Oleh : Fungky Ade Irawan

Indonesia merupakan negara kesatuan yang menyatakan kemerdekaan pada tanggal 17 Agustu 1945 berarti usianya sampai hari ini sudah menginjak usia 72 tahun, Indonesia dengan segala keberagamannya mencoba menjadi negara yang memiliki nilai- nilai kebudayaan yang dapat menjadi icon Indonesia diamata Dunia selama masa perjalanannya sampai hari ini Indonesia mampu mempertahankan nilai- nilai budaya kerukunan itu dengan sangat baik, Indonesia dengan segala kekayaan alamnya yang terdapat di semua pelosok negeri dari sabang sampai merauke ini harus dibarengi dengan kemampuan sumber daya manusianya agar dapat mengelola sumber daya alam yang ada sehingga dapat dimaksimalkan untuk kebaikan Indonesia ke depan.

Gerakan yang harus selalu diperjuangkan adalah Gerakan baca dan tulis atau yang sering kita sebut dengan Literasi karena apabila kita beracu pada data BPS tahun 2014, sebesar 0,64 % pemuda Indonesia yang tidak bisa baca dan tulis atau buta huruf. Angka buta huruf pemuda dipedesaan sebesar 1,26 % dan diperkotaan sebesar 0,10 %. Rincian mengenai kondisi minat baca dapat disajikan dalam kenyataan mengenai kemampuan rata rata manusia Indonesia dalam mebaca. Oleh itu karena menggalakan kembali minat baca dan tulis adalah suatu keharusan dan kemestian yang harus dilakukan.

Di provinsi Lampung sendiri kita bisa bersama melihat betapa rendahnya gerakan literasi yang ada, tidak banyak komunitas- komunitas yang bergerak di bidang literasi sehingga sangat sedikit sekali intensitas pemuda dan pemudi yang ada di Provinsi Lampung tersedia wahana baca.

Melihat kondisi tersebut perlu kiranya kita bersama Pemerintah Provinsi Lampung beserta masyarakat harus menggalakan gerakan literasi karena sangat pentingnya bagi pertumbuhan kualitas generasi penerus kita sadar bahwa buku adalah alat yang paling mudah untuk melihat dunia karena buku adalah jendela dunia. Ada beberapa cara sederhana yang dapat dilkukan secara bersama antara Pemerintah dan masyarakat Provinsi Lampung agar ini semua dapat terwujud di Provinsi yang kita cintai ini.

Yang pertama adalah Gerakan Pojok Baca, Pojok Baca ini merupakan gerakan sederhana dimulai dari sekolah- sekolah setiap sekolah menyediakan pojok baca di ruang terbuka sehingga suasana terasa nyaman dan tidak terkungkung di dalam perpustakaan sehingga pembacanya pun dapat menikmati. Ketika aturan ini sama- sama didukung oleh pemerintah Provinsi Lampung yang berkoordinasi dengan sekolah sekolah maka bukan barang mustahil kedepan Lampung akan menjadi kota literasi berangkat dari kehidupan sekolah yang ramah dan sehat, Untuk membaca disediakan waktu beberapa menit saja, Murid murid diberikan ruang untuk membaca di setiap harinya di pojok baca yang telah disediakan.

Yang kedua adalah Gerakan Membawa Buku Bacaan kesekolah, hal ini merupakan bentuk usaha penyadaran mental bagi anak anak Indonesia untuk menjadikan buku sebagai temannya sehingga buku itu tidak akan lepas dengan kehidupan sekolah yang akademis. Gerakan ini juga merupakan sebuah usaha untuk membiasakan anak anak agar terbiasa dengan buku dan menjadikan buku adalah candu buat mereka karena ketika seseorang sudah jatuh cinta maka seseorang itu akan terus mengejar cintanya jadi buat anak jatuh cinta kepada buku sehingga anak akan terus mengejar buku dan haus akan kehidupan bersama buku.

Yang ketiga adalah Perpustakaan Jalanan, perpustakaan jalanan adalah ruang dan sarana yang disediakan untuk masyarakat Lampung agar lebih mudah mengakses buku, yang tidak hanya terdapat di perpustakaan daerah yang begitu teramat jauh dijangkau oleh msyarakat. Perpustakaan ini tidak hanya terdapat dilingkungan perkotaan disetiap desa harus ada yang menggerakan secara serius karena yang butuh akan membaca bukan hanya masyarakat perkotaan tapi masyrakat desa pun harus difasilitasi karena banyak generasi penerus yang terpendam didesa yang tidak dapat terangakat keluar karena segala keterbatasan oleh karena itu butuh keseriusan yang matang untuk menggerakan Perpustakaan jalanan ini.

Yang keempat adalah Festival Literasi, festival literasi ini merupakan apresiasi bagi para penggiat penggiat literasi dalam festival literasi ini nantinya diarahkan kepada lomba lomba literasi kemudian finalnya nanti mncul komunitas komunitas literasi yang akan selalu diberdayakan untuk menggiatkan kehidupan literasi baik itu disekolah atau dilingkungan masyarakat.

Keempat cara di atas adalah langkah langkah sederhana yang dapat segera dilakukan, karena langkah langkah tersebut hanya membutuhkan koordinasi yang baik dan keseriusan untuk melaksanakannya, ketika ingin Provinsi Lampung menjadi provinsi penggiat literasi atau provinsi literasi maka ini harus dilaksanakan secara Tersetruktur Sistematis dan Masif.

Mengingat pentingnya generasi yang harus cinta budaya baca dan tulis maka bersama kita harus bersinergi dalam hal pengembangan wahana literasi di Provinsi Lampung, Karena dengan demikian kedepan kita akan memperoleh generasi generasi yang dapat dibanggakan karena dalam setiap kata yang diucapkan merupakan kata kata yang berbobot bukan kata kata yang asal bunyi, Generasi yang memiliki sitematika konsep yang terstruktur untuk merencanakan sesuatu hal, Generasi yang dapat diandalkan untuk membangun Provinsi Lampung kearah yang lebih baik karena generasinya memiliki keilmuan yang mumpuni.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here