Oleh : Lutfia Azzahra

Gerakan sosial baru merupakan proses perjuangan secara diam-diam dalam melawan batasan-batasan model konvensional hingga membuka sebuah dataran luas aksi-aksi kolektif masyarakat. Kemunculan gerakan sosial ini, yang beberapa diantaranya berlangsung lintas batas negara dan masyarakat, disatukan bukan saja oleh kelas namun juga oleh kepedulian-kepedulian kolektif “manusia” terhadap “wajah” baru masyarakat yang terebentuk oleh aksi-aksi manusia. Jean Cohen(1985:674) mengidentifikasikan asumsi karakteristik umum, yang terutama merupakan asumsi fungsionalis Smelserian.

penyebab terjadinya gerakan sosial
proses kemunculan dan pembetukannya secara teleologis mengarah ke arah dirinya sendiri. Dalam proses tersebut terdapat isu penyimpangan, keadilan sosial dan martabat manusia. Sistem koersi dan kontrol, dan penerapannya pada individu-individu dengan mengatasnamakan tatanan sosial, perdamaian, dan harmoni sosial yang menghasilkan sistem pertentangan dan konflik dalam masyarakat. Penindasan dan kekuasaan melahirkan pertentangan.
Penggunaan secara gigih oposisi dan resistensi terhadap sistem kekuasaan dan kontrol merupakan kenyataan sosial yang sama luas berlakunya dengan konsepsi tatanan sosial dalam masyarakat manusia. Selain itu, situasi-situasi ketimpangan dan dominasi sosial jika dijalankan dan dipertahankan oleh institusi-institusi dan lembaga-lembaga sosial.

Gerakan sosial baru bersifat plural
Maksudnya, mulai dari gerakan anti rasisme, anti nuklir, feminisme, kebebasan sipil dan lain sebagainya.

Muncul terjadinya gerakan sosial baru munculnya sebagai kritik terhadap teori lama yang selalu ada dalam wacana idiologis kelas. Gerakan sosial baru adalah gerakan yang lebih berorientasi isu dan tidak tertarik pada gagasan revolusi.

gerakan baru pada gerakan sosial baru
gerakan yang menjadi dominan mulai dari paruh kedua abad ke-20 – seperti gerakan feminis, gerakan pro-choice, gerakan hak-hak sipil, gerakan lingkungan, gerakan perangkat lunak bebas, gerakan hak-hak gay, gerakan perdamaian, gerakan anti-nuklir, gerakan alter-globalisasi dan lain lain, Kadang-kadang gerakan ini dikenal sebagai gerakan sosial baru. Mereka biasanya berpusat di sekitar isu-isu yang sama yang tidak terpisahkan dari masalah sosial.

Yang dimaksud dengan perilaku kolektif non-konvensional
merupakan tipe aksi yang tidakdibimbing oleh norma sosial yang ada, namun terbentuk untuk menghadapi situasi-situasi yang masih kabur.

Macam-macam perbedaan gerakan sosial baru, menurut para ahli sosiolog
1. Ruang Lingkup
2. Gerakan radikal
3. Jenis Perubahan
4. Target
5. Lama dan baru

Perbedaan antara Gerakan inovasi dan gerakan konsertatif
Gerakan fokus berkelompok – bertujuan memengaruhi atau terfokus pada kelompok atau masyarakat pada umumnya, misalnya, menganjurkan perubahan sistem politik.
Beberapa kelompok ini akan berubah atau menjadi atau akan bergabung dengan partai politik, tetapi banyak tetap berada di luar sistem partai politik partai. Sedangkan Gerakan fokus Individu – fokus pada yang memengaruhi secara personal atau individu. Sebagian besar dari gerakan-gerakan keagamaan akan termasuk dalam kategori ini.

Tugas pokok gerakan sosial baru
pada umumnya merespon isu-isu yang bersumber dari masyarakat sipil, dan membidik domain sosial masyarakat sipil ketimbang perekonomian atau negara, dan membangkitkan isu-isu sehubungan demoralisasi struktur kehidupan sehari-hari dan memusatkan perhatian pada bentuk komunikasi dan identitas kolektif.

Tujuan gerakan fokus berkelompok
memengaruhi atau terfokus pada kelompok atau masyarakat pada umumnya, misalnya, menganjurkan perubahan sistem politik.

Kesimpulannya adalah gerakan sosial merupakan aktivitas sosial berupa gerakan sejenis tindakan sekelompok yang merupakan kelompok informal yang berbentuk organisasi, berjumlah besar atau individu yang secara spesifik berfokus pada suatu isu-isu sosial atau politik dengan melaksanakan, menolak, atau mengkampanyekan sebuah perubahan sosial. Sejumlah ahli sosiologi menekankan pada segi kolektif dan gerakan sosial ini, sedangkan diantara mereka ada pula yang menambahkan segi kesengajaan, organisasi dan kesinambungan. Faktor penyebab munculnya gerakan sosial dalam ilmu-ilmu sosial dapat dijumpai berbagai penjelasan, baik bersifat psikologis maupun bersifat sosiologis.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here