Berita

Peringatan Hari Lahir Pancasila: Peran Jurnalis dalam Membangun Keharmonisan Bhineka Tunggal Ika

55
×

Peringatan Hari Lahir Pancasila: Peran Jurnalis dalam Membangun Keharmonisan Bhineka Tunggal Ika

Share this article

Oleh: Adam Nugraha Wiradhana Basrindu, Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kota Banjarmasin

Bangsa Indonesia telah mengakui keberagaman sebagai realitas yang tak terelakkan sejak masa pendirian negara. Pendiri bangsa, Bung Karno, dengan semangatnya yang menggebu, memandang keberagaman sebagai kekayaan yang harus dijaga, sementara “tunggal ika” menjadi cita-cita luhur yang harus diwujudkan.

Dalam salah satu tulisannya yang terkenal, Bung Karno pernah menyatakan, “Entah bagaimana persatuan itu tercapai, entah seperti apa bentuknya, yang pasti kapal yang membawa kita menuju Indonesia merdeka adalah kapal persatuan” (Di Bawah Bendera Revolusi, hal. 21).

Pandangan Bung Karno tentang persatuan dalam keberagaman diungkapkannya dengan tegas dalam sidang pleno I BPUPKI pada tanggal 29 Mei-1 Juni 1945. Ketika ditanya oleh Ketua BPUPKI, KRT dr Radjiman Wediodiningrat, tentang landasan negara yang akan dibentuk, pertanyaan tersebut menegaskan bahwa Pancasila dengan Bhineka Tunggal Ika sejak awal dimaksudkan sebagai fondasi negara, bukan hanya sebagai simbol yang populer pada masa kini. Dengan tegas, Bung Karno menjawab pertanyaan tersebut, “Dasar philosofische grondslag atau suatu weltanschauung di atas mana kita mendirikan negara Indonesia.”

Sikap dan ucapan Bung Karno ini mencerminkan pentingnya keberagaman dalam menciptakan persatuan dalam bangsa Indonesia.

Di negara yang kaya akan keragaman suku, adat, budaya, dan agama, Pancasila menjadi pijakan dan penyatuan bagi seluruh rakyat. Bhineka Tunggal Ika, moto nasional yang artinya “Berbeda-beda tetapi tetap satu”, menjadi panduan dalam menjaga persatuan dan kesatuan di tengah perbedaan. Dan dalam menjalankan tugasnya, jurnalis memiliki peran yang tak terpisahkan dalam menjaga keharmonisan Bhineka Tunggal Ika.

Sebagai penyalur informasi kepada masyarakat, jurnalis memiliki kekuatan untuk memengaruhi pandangan dan sikap pembaca melalui karya jurnalistik mereka. Melalui tulisan, liputan, dan opini yang mereka hasilkan, jurnalis dapat memperkuat pemahaman masyarakat tentang arti penting Bhineka Tunggal Ika dan mencegah terjadinya konflik yang berpotensi merusak persatuan.

Peran jurnalis dalam menjaga keharmonisan Bhineka Tunggal Ika dalam kehidupan masyarakat sangatlah penting. Pertama, mereka memiliki tanggung jawab untuk mendidik masyarakat tentang nilai-nilai keberagaman dan pentingnya menghormati perbedaan. Dalam memberitakan berita, jurnalis harus menghasilkan laporan yang obyektif dan cerdas, menggambarkan dengan tepat kekayaan budaya dan adat yang dimiliki oleh Indonesia, serta menghindari bias atau diskriminasi yang tak perlu.

Kedua, jurnalis bertindak sebagai pengawas dan penjaga kebenaran. Mereka harus melaporkan berita dengan kritis dan objektif, menghindari penyebaran informasi palsu atau hoaks yang dapat memecah belah masyarakat. Dengan menganalisis fakta dengan cermat, jurnalis dapat mencegah konflik yang berpotensi muncul karena ketidakpahaman atau provokasi yang tidak bertanggung jawab.

Selanjutnya, jurnalis juga memiliki tugas untuk memberikan ruang suara kepada semua elemen masyarakat. Mereka harus berupaya menciptakan representasi yang seimbang dan inklusif dalam laporan mereka, memberikan kesempatan kepada berbagai suku, agama, dan kelompok untuk berbicara dan berbagi pengalaman. Dengan demikian, jurnalis dapat menciptakan platform dialog yang harmonis dan memperkuat persatuan di antara beragam kelompok masyarakat.

Bagaimana jurnalis dapat menjalankan peran mereka dalam menjaga keharmonisan Bhineka Tunggal Ika dalam kehidupan masyarakat? Pertama, mereka harus mengutamakan integritas dan etika jurnalistik. Dalam setiap laporan yang mereka hasilkan, jurnalis harus berpegang pada prinsip kebenaran, objektivitas, dan keadilan. Mereka harus menghindari sensasionalisme yang dapat memecah belah masyarakat dan menjaga integritas profesi jurnalis.

Selain itu, jurnalis harus aktif dalam mendukung dan mempromosikan kegiatan yang mendorong toleransi dan dialog antarbudaya. Melalui keterlibatan dalam kegiatan sosial, seminar, atau diskusi yang membahas isu-isu keberagaman dan pentingnya menjaga persatuan, jurnalis dapat menjadi agen perubahan yang positif dan memperkuat semangat Bhineka Tunggal Ika.

Sebuah harapan agar peran jurnalis dalam membangun keharmonisan Bhineka Tunggal Ika semakin diperkuat. Dengan memegang teguh nilai-nilai Pancasila dan menjalankan tugas jurnalistik dengan integritas dan etika yang tinggi, jurnalis dapat memberikan kontribusi nyata pada kemajuan pembangunan bangsa. Masyarakat Indonesia yang kaya dan beragam akan semakin kuat dan bersatu jika jurnalis memainkan peran mereka dalam mempromosikan dan mengawal Bhineka Tunggal Ika dalam kehidupan sehari-hari.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *