Kapuas, pojokindonesia.com – Telah terjadi musibah kebakaran di Kelurahan Pulau Kupang Kecamatan Bataguh Selasa (31/3) sore. Sehari setelah kejadian, Rabu (1/4), bupati turun langsung meninjau ke lokasi untuk melihat dari dekat dan memastikan kondisi korban sekaligus menyalurkan bantuan sebagai bentuk kehadiran pemerintah daerah saat warganya mengalami musibah.
Dalam peninjauan itu, Bupati Kapuas H M Wiyatno SP yang didampingi Sekretaris Daerah Kapuas Dr Usis I Sangkai S.Hut,.M.Si yang bermaksud Mereka melihat langsung dampak kebakaran. Akibat musibah Kebakaran ini yang terdampak tujuh buah bangunan dan delapan KK.
Bupati Kapuas H M Wiyatno SP menyerahkan bantuan awal kepada para korban.
Bantuan yang disalurkan berupa kebutuhan bahan pokok dari BPBD Kapuas, serta perlengkapan rumah tangga, selimut, hingga kebutuhan bayi dari Dinas Sosial. Selain itu, bupati juga menyerahkan secara simbolis bantuan stimulan bagi korban terdampak.

“Bantuan ini kami harapkan dapat dipergunakan sebaik-baiknya dan bisa meringankan beban korban,” ujar Wiyatno.
Pemkab Kapuas juga menyiapkan bantuan stimulan dengan nilai Rp30 juta untuk rumah rusak berat dan Rp10 juta untuk rumah rusak ringan,Bupati juga meminta dengan tegas agar proses penyaluran bantuan tersebut dipercepat,” tegasnya.
Kepala BPBD Kapuas Pangeran S Pandiangan S.Hut.MM mengatakan, akibat kebakaran ini terdampak pada delapan kepala keluarga (KK) dengan total tujuh rumah. Dari jumlah itu, lima rumah mengalami rusak berat dan dua lainnya rusak sedang. Berdasarkan data yang dihimpun terdapat satu rumah yang dihuni dua KK dan tidak ada korban jiwa.
Disebutnya, seluruh korban diberikan bantuan pendahuluan berupa kebutuhan pokok. Sementara untuk bantuan stimulan kita proses dan ditargetkan akan disalurkan dalam waktu sekitar dua minggu ke depan.
“Untuk sementara, kebutuhan dasar korban sudah kami penuhi. Selanjutnya kami fokus pada percepatan bantuan stimulan,” ujar Pangeran.
Pangeran juga menghimbau kepada warga agar berhati hati jika melakukan aktifitas yang menggunakan bahan mudah terbakar,karena saat ini kita sedang berada dimusim kemarau / musim panas yang ekstrim,” tutup Pangeran. uhkps












