Berita

Warga Adat Sambut Pembangunan Jembatan dengan Ritual Dayak Ngaju

×

Warga Adat Sambut Pembangunan Jembatan dengan Ritual Dayak Ngaju

Share this article
Warga Adat Sambut Pembangunan Jembatan dengan Ritual Dayak Ngaju

Kapuas, pojokindonesia.com — Komunitas masyarakat adat di Kecamatan Kapuas Hilir, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, menyambut baik dimulainya pembangunan Jembatan Sei Asam–Balai Pertanian. Penyambutan tersebut ditandai dengan pelaksanaan ritual adat Suku Dayak Ngaju pada Jumat, 3 September 2025.

Ritual dipimpin oleh aktivis budaya lokal, Kristian Stevanus, sebagai bentuk penghormatan terhadap alam dan permohonan restu kepada para penguasa alam dan roh leluhur.

Ritual adat yang dikenal dengan “Manawur, Mampendeng Balai Samburub dan Ma Ancak” ini merupakan tradisi suku Dayak Ngaju untuk menjaga harmoni antara manusia, alam, dan Sang Pencipta (Ranying Mahatalla Langit).

Dalam pelaksanaannya, masyarakat memberikan sesajen berupa makanan tradisional seperti ayam jantan merah atau putih, kue cucur, lemang, ketan, ketupat, dan lainnya. Sesajen ini diletakkan dalam wadah bernama Balai Samburub dan Ancak, lalu dipersembahkan kepada leluhur dan roh penjaga kampung, seperti Patahu, Antang, Jatha, dan Sangiang.

Prosesi ritual dipandu oleh seorang pisor, yang merupakan tokoh adat berpengalaman. Ia menyampaikan doa dan mantra melalui media beras sebagai simbol komunikasi dengan alam dan leluhur.

Tujuan utama dari ritual ini adalah untuk memohon keselamatan dan kelancaran selama proses pembangunan jembatan, agar dijauhkan dari malapetaka serta berada dalam perlindungan Tuhan Yang Maha Esa. Ini juga selaras dengan program pembangunan daerah yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Setelah ritual selesai, kegiatan dilanjutkan dengan prosesi tapung tawar dan tawur di lokasi proyek, termasuk pada alat-alat berat yang akan digunakan.

Perlengkapan Ritual:

  • Sesajen berupa makanan tradisional dan ayam jantan

  • Paduduk, Batun Paduduk, dan bahan-bahan adat lainnya

  • Kain merah, putih, dan kuning

  • Balai Samburub dan Ancak Humbang

  • Peralatan pelengkap seperti dupa, menyan, serta perlengkapan tapung tawar

Dengan dilaksanakannya ritual ini, masyarakat adat berharap seluruh proses pembangunan jembatan berjalan lancar dan membawa manfaat bagi semua. uhkps

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *