PENAJAM, pojokindonesia.com – Kecamatan Babulu ditetapkan sebagai daerah dengan porsi terbesar penerimaan bantuan drone seeder dari Kementerian Pertanian (Kementan), seiring upaya pemerintah mempercepat modernisasi pertanian di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU).
“Dari total 29 unit drone yang akan disalurkan akhir tahun ini, sebagian besar diarahkan ke wilayah Kecamatan Babulu,” kata Kepala Dinas Pertanian (Distan) PPU, Andi Trasodiharto, Minggu (23/11/2025).
Ia membeberkan, Babulu diprioritaskan karena memiliki cakupan optimalisasi lahan paling luas, yakni 10 desa. Kondisi itu membuat wilayah tersebut menjadi fokus transformasi teknologi pertanian di PPU.
“Babulu mendapatkan alokasi lebih banyak karena menjadi daerah dengan paling banyak desa dalam program optimalisasi lahan,” bebernya.
Bantuan drone seeder dari Kementan tersebut menjadi langkah penting untuk memperkuat program Brigade Pangan. Selain mendukung percepatan tanam, teknologi tersebut dinilai dapat meningkatkan efisiensi bagi petani di daerah sentra produksi.
Drone seeder itu, lanjut dia, memiliki sejumlah fungsi, mulai dari penebaran benih padi, pemupukan, hingga penyemprotan pestisida. Ia menyebut teknologi modern ini berpotensi mengurangi ketergantungan terhadap tenaga kerja dan mempercepat tahapan budidaya.
“Dengan drone, seluruh proses mulai penebaran benih hingga penyemprotan dapat dilakukan lebih cepat. Ini sangat membantu petani, terutama di wilayah dengan areal tanam luas seperti Babulu,” imbuhnya.
Selain Babulu, dua kecamatan lain yakni Waru dan Penajam juga mendapatkan alokasi drone sesuai kebutuhan program pengembangan lahan pertanian. Distan PPU menargetkan seluruh unit dapat diterima sebelum tutup tahun.
Modernisasi pertanian melalui pemanfaatan Alsintan berbasis teknologi ini, diharapkan dapat mendorong peningkatan produktivitas sekaligus menarik minat generasi muda untuk terlibat dalam sektor pertanian daerah. (RAH/ADV)











