DUMAI, pojokindonesia.com – Di tengah semilir angin pesisir dan riak air laut, harapan itu ditanam satu per satu. Bertepatan dengan Hari Bumi ke-56, 22 April 2026, PT Sumber Tani Agung (STA) Oils and Fats menanam 1.000 bibit mangrove di Kelurahan Tanjung Penyembal, Kecamatan Sungai Sembilan, Kota Dumai.
Bukan sekadar kegiatan seremonial, aksi ini menjadi simbol kepedulian dan tanggung jawab bersama terhadap bumi yang kian rentan. Dengan mengusung tema “Lestari Alamku, Lestari Negeriku”, setiap bibit yang ditanam membawa pesan sederhana namun kuat : menjaga alam berarti menjaga masa depan bangsa.
Kegiatan ini diikuti oleh jajaran manajemen dan karyawan perusahaan, di antaranya Cahyo Widodo, Rico Syaibani, Suhanda, dan Ardiyanto.
Perwakilan perusahaan, Rico Syaibani, menegaskan bahwa menjaga mangrove bukan hanya soal lingkungan, tetapi juga tentang warisan untuk generasi mendatang.
“Ini bukan hanya tentang menanam pohon, tapi tentang menjaga kehidupan. Kami berharap apa yang dilakukan hari ini bisa menjadi langkah bersama antara perusahaan dan masyarakat dalam merawat pesisir kita,” ujarnya.
Mangrove bukan sekadar tumbuhan. Ia adalah pelindung alami dari abrasi, rumah bagi kehidupan laut, dan penyangga keseimbangan ekosistem. Di tangan mereka yang peduli, mangrove menjadi harapan yang tumbuh perlahan namun pasti.
Langkah ini juga menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan perusahaan yang telah dua kali melaksanakan kegiatan serupa. Dengan melibatkan karyawan secara langsung, semangat menjaga alam ditanamkan tidak hanya di tanah, tetapi juga di hati.
Dari pesisir Dumai, pesan itu mengalir untuk seluruh negeri—bahwa menjaga bumi tidak harus menunggu, tidak harus besar, tapi harus dimulai.
“Lestari Alamku, Lestari Negeriku”—sebuah seruan yang mengingatkan bahwa masa depan Indonesia ada pada kepedulian hari ini.
Rel












