Pojokindonesia.com – Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislautkan) Provinsi Kalimantan Selatan menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Penyuluh Perikanan se-Kalimantan Selatan,guna memperkuat koordinasi penyuluh.
Rakor yang di gelar dari tanggal 9–10 Juni 2026 di Banjarmasin,di hadiri tidak kurang dari 145 penyuluh dari Kabupaten/Kota di Kalimantan Selatan.
Selain itu Rakor juga menghadirkan sejumlah narasumber dari tingkat daerah hingga nasional. Di antaranya Sekretaris Komisi II DPRD Kalimantan Selatan, H. Jahrian, yang memaparkan arah kebijakan DPRD terhadap sektor kelautan dan perikanan. Kepala Pusat Data dan Informasi Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia, Rennisca Ray Damanti, menyampaikan materi terkait pemanfaatan aplikasi KUSUKA.Ketua Tim Kerja Penyuluhan Balai Pelatihan dan Penyuluhan Perikanan (BPPP) Banyuwangi memberikan materi mengenai penguatan peran penyuluh perikanan dalam mendukung pembangunan sektor perikanan yang berkelanjutan.
Kegiatan Rakor dibuka langsung oleh Kepala Dislautkan Kalsel, Rusdi Hartono, dan diikuti para penyuluh perikanan dari berbagai kabupaten/kota di Kalimantan Selatan,Rabu (10/6/2026).
Kepala Dislautkan Kalsel, Rusdi Hartono, mengatakan rakor ini bertujuan memperkuat koordinasi sekaligus menyamakan persepsi dalam pelaksanaan tugas penyuluhan di daerah.
“Selain itu, kegiatan ini juga menjadi upaya untuk mendukung peningkatan kinerja para penyuluh perikanan di wilayah Kalimantan Selatan,” kata Rusdi.
Kepala Dislautkan Kalsel Rusdi Hartono juga turut memberikan materi terkait kebijakan kelautan dan perikanan di Kalsel. Sesuai arahan Gubernur Kalsel, H. Muhidin dimana Rakor ini menjadi penting dan strategis karena membutuhkan koordinasi dan konsolidasi yang terarah, terkendali dan efektif.
Melalui rakor ini, diharapkan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan para penyuluh semakin kuat sehingga mampu mendorong kemajuan sektor kelautan dan perikanan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat pelaku usaha perikanan di Kalimantan Selatan.(*)












