Berita

Kapuas Siaga Karhutla 2026, Bupati Wiyatno Tegaskan Pencegahan Jadi Prioritas Utama

×

Kapuas Siaga Karhutla 2026, Bupati Wiyatno Tegaskan Pencegahan Jadi Prioritas Utama

Share this article
Kapuas Siaga Karhutla 2026, Bupati Wiyatno Tegaskan Pencegahan Jadi Prioritas Utama

Kapuas, pojokindonesia.com – Pemerintah Kabupaten Kapuas menunjukkan kesiapan penuh menghadapi ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) tahun 2026 dengan menggelar Apel Siaga Karhutla di Lapangan PT Globalindo Agung Lestari, Desa Sriwidadi, Kecamatan Mantangai.

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Kapuas, H. Muhammad Wiyatno, S.P., sekaligus dirangkai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara pihak perusahaan dan kelompok Masyarakat Peduli Api (MPA) sebagai bentuk penguatan sinergi pencegahan kebakaran.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut unsur Forkopimda, Kepala BPBD Kapuas, kepala dinas terkait, Camat Mantangai dan Dadahup, jajaran manajemen perusahaan, aparat keamanan, kepala desa, tokoh masyarakat, kelompok MPA, serta peserta apel dari berbagai unsur.

Dalam arahannya, Bupati Kapuas mengingatkan bahwa musim kemarau tahun 2026 diperkirakan berlangsung lebih panjang dan kering. Kondisi tersebut diperkuat dengan potensi fenomena El Niño kategori moderat hingga kuat yang diprediksi berlangsung sampai awal 2027.

“Puncak risiko Karhutla diperkirakan terjadi pada Juli hingga September. Kabupaten Kapuas, khususnya wilayah Mantangai dan Dadahup yang didominasi lahan gambut, sangat rentan terhadap kebakaran apabila tidak diantisipasi sejak dini,” ujar Wiyatno.

Berdasarkan data evaluasi tahun sebelumnya, luas kebakaran di Kabupaten Kapuas pada 2025 mencapai sekitar 274,79 hektare. Kecamatan Mantangai tercatat sebagai wilayah terdampak terbesar dengan luas kebakaran sekitar 132,69 hektare, disusul Dadahup sekitar 62,9 hektare.

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi peringatan penting bahwa langkah pencegahan jauh lebih efektif dibandingkan upaya pemadaman, terutama pada lahan gambut yang sulit dipadamkan dan membutuhkan biaya besar.

“Kata kunci kita tahun ini adalah pencegahan, kesiapsiagaan, deteksi dini, patroli terpadu, dan tanggapan cepat,” tegasnya.

Penandatanganan MoU antara PT Globalindo Agung Lestari dan kelompok MPA menjadi salah satu momentum penting dalam apel siaga tersebut. Melalui kerja sama ini, masyarakat dilibatkan secara aktif sebagai garda terdepan dalam patroli, pemantauan, sosialisasi, pelaporan cepat, hingga pemadaman awal apabila terjadi kebakaran.

Pemerintah Kabupaten Kapuas berharap kerja sama tersebut tidak hanya menjadi dokumen formal, tetapi benar-benar diwujudkan melalui aksi nyata yang didukung pelatihan dan sarana memadai.

Bupati juga memberikan sejumlah arahan kepada seluruh pihak terkait. Kepada perusahaan, ia meminta agar seluruh sarana dan prasarana penanggulangan Karhutla dipastikan siap operasi 100 persen, meningkatkan patroli rutin, menjaga fungsi sekat kanal, embung, dan menara pantau, serta memperkuat koordinasi lintas instansi.

Sementara kepada camat dan kepala desa, Wiyatno meminta agar sosialisasi bahaya Karhutla terus digencarkan, termasuk larangan membuka lahan dengan cara dibakar serta pelaksanaan patroli gabungan dan pelaporan titik panas secara cepat.

Ia juga mengajak tokoh agama, tokoh adat, dan tokoh masyarakat untuk memperkuat edukasi kepada warga melalui pendekatan budaya dan nilai-nilai kebaikan.

Di akhir kegiatan, Bupati Kapuas secara resmi menyatakan seluruh personel dan sarana di wilayah PT Globalindo Agung Lestari dalam kondisi siap siaga penuh menghadapi musim rawan Karhutla tahun 2026.

“Kita jaga alam, maka alam akan menjaga kita. Mari jadikan musim kemarau ini sebagai bukti bahwa Kapuas mampu tangguh melalui sinergi pemerintah, perusahaan, aparat, dan masyarakat,” pungkasnya. uhkps

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *