Berita

Resmikan Layanan CT Scan, Bupati Kapuas Paparkan Berbagai Rencana dan Pelaksanaan Pembangunan Menyeluruh

×

Resmikan Layanan CT Scan, Bupati Kapuas Paparkan Berbagai Rencana dan Pelaksanaan Pembangunan Menyeluruh

Share this article
Resmikan Layanan CT Scan, Bupati Kapuas Paparkan Berbagai Rencana dan Pelaksanaan Pembangunan Menyeluruh

Kapuas, Pojokindonesia.com – Pemerintah Kabupaten Kapuas terus menunjukkan komitmennya dalam mewujudkan pembangunan yang merata di berbagai sektor. Salah satu langkah nyata diwujudkan melalui peresmian layanan Computed Tomography (CT) Scan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. H. Soemarno Sosroatmodjo, Senin (29/6/2026).

Selain meresmikan layanan kesehatan tersebut, Bupati Kapuas H. M. Wiyatno, S.P., juga memaparkan sejumlah program strategis yang tengah berjalan maupun yang akan direalisasikan untuk mendorong percepatan pembangunan di Kabupaten Kapuas.

Peresmian berlangsung khidmat dan dihadiri Anggota DPRD Kabupaten Kapuas, Sekretaris Daerah, Kepala Dinas Kesehatan, Direktur RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo beserta jajaran, tenaga medis dan dokter spesialis, pimpinan BPJS Cabang Kapuas, Kepala Bank Kalteng, serta sejumlah tamu undangan.

Dalam sambutannya, Bupati mengungkapkan rasa syukur atas hadirnya fasilitas CT Scan yang telah lama dinantikan masyarakat Kapuas.

 

“Alhamdulillah, tahun ini kita memiliki alat CT Scan sendiri. Semoga keberadaannya dapat meningkatkan kecepatan, ketepatan diagnosis, dan kualitas pelayanan kesehatan bagi seluruh masyarakat Kabupaten Kapuas,” ujarnya.

Menurut Wiyatno, keberhasilan menghadirkan layanan tersebut tidak terlepas dari sinergi Pemerintah Kabupaten Kapuas dengan berbagai kementerian di tingkat pusat.

Ia menjelaskan, melalui dukungan Kementerian Kesehatan, Pemkab Kapuas memperoleh hibah lahan seluas hampir 9.000 hektare yang mulai dimanfaatkan untuk mendukung pembangunan daerah. Sementara dari Kementerian Pertanian, Kapuas menerima bantuan sarana dan prasarana pertanian berupa 57 unit rotavator, 488 unit traktor, alat penyemprot, serta berbagai peralatan pendukung lainnya dengan total nilai lebih dari Rp60 miliar.

Di sektor perikanan, kerja sama dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan juga terus diperkuat melalui pembangunan tiga kawasan Kampung Nelayan.

“Pembangunan harus berjalan seimbang. Kita tidak hanya membangun infrastruktur, tetapi juga memperkuat sektor pendidikan dan kesehatan. Program Sekolah Rakyat dan Sekolah Terintegrasi sedang dipersiapkan agar kualitas pendidikan di Kapuas semakin meningkat,” jelasnya.

Untuk meningkatkan pelayanan rumah sakit, Pemkab Kapuas juga menyiapkan pengembangan kawasan RSUD. Gedung eks Bank Kalteng yang masih layak akan dimanfaatkan kembali melalui skema tukar guling lahan seluas setengah hektare ditambah lahan milik pemerintah daerah seluas satu hektare. Lokasi tersebut akan dibangun sebagai perumahan dokter spesialis.

“Dengan tersedianya rumah dinas, dokter spesialis tidak lagi terbebani biaya sewa. Semakin nyaman tenaga medis bekerja, semakin optimal pula pelayanan kepada masyarakat,” tegas Bupati.

Selain pembangunan rumah dokter, gedung rumah sakit yang saat ini berlantai dua akan direnovasi menjadi tiga lantai dan dilengkapi fasilitas umum bagi pengunjung. Penataan kawasan juga mencakup pelebaran Jalan Melati, penataan area depan GOR, serta pembenahan kawasan persimpangan Jalan Jawa dan Jalan Keruing agar lebih tertata dan representatif.

Bupati juga menaruh perhatian terhadap pemerataan pelayanan kesehatan hingga ke pelosok. Ia berharap tenaga medis di setiap puskesmas dapat menetap di wilayah tugasnya setidaknya tiga hingga empat hari dalam sepekan agar pelayanan kepada masyarakat tetap tersedia setiap saat.

“Pelayanan kesehatan tidak mengenal hari libur maupun jam kerja. Karena itu, ke depan pemerintah daerah juga akan membangun rumah dinas bagi tenaga kesehatan di wilayah kecamatan,” katanya.

Dalam upaya mempercepat pembangunan desa, Pemerintah Kabupaten Kapuas berencana meningkatkan program Satu Miliar Satu Desa menjadi Rp1,5 miliar per desa.

“Dalam lima tahun ke depan, setiap desa akan menerima anggaran sekitar Rp5 miliar yang dapat dimanfaatkan untuk pembangunan jalan, fasilitas umum, pelayanan kesehatan, dan pendidikan,” paparnya.

Di sektor penataan kawasan perkotaan, pemerintah juga tengah melaksanakan berbagai proyek strategis, di antaranya pengembangan kawasan depan Polres Kapuas dengan anggaran sekitar Rp15 miliar pada tahun ini. Selain itu, halaman kantor-kantor instansi akan diperbolehkan dimanfaatkan sebagai ruang kegiatan ekonomi masyarakat di luar jam kerja, dengan tetap menjaga ketertiban, kebersihan, dan kenyamanan lingkungan.

Bupati menambahkan, pembangunan kawasan Waterfront City juga menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah sebagai bagian dari upaya mempercantik wajah Kota Kuala Kapuas sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi dan sektor pariwisata daerah. uhkps

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *