Pojokindonesia.com – Fenomena kemunculan sejumlah udang yang naik ke permukaan hingga ke daratan di salah satu sungai di Kalimantan Selatan yang sempat viral di media sosial mendapat perhatian kalangan akademisi Institut Pertanian Bogor.
Guru Besar Budidaya Perairan IPB University, Prof Sri Nuryati, menilai peristiwa tersebut kemungkinan besar berkaitan dengan penurunan kualitas lingkungan perairan.
Di ketahui viral di media sosial prihal naiknya udang ke permukaan yang di unggah akun Instagram @banjarku terlihat warga berbondong bondong mengambil udang galah yang naik kepermukaan di sungai.
Dalam beberapa video viral yang beredar, biota sungai bernilai ekonomis tinggi ini tampak muncul ke permukaan, memudahkan warga untuk menangkapnya dengan tangan kosong. Meskipun jadi berkah dadakan bagi sebagian orang. secara sains fenomena ini sebenarnya adalah alarm alam,tulis akun tersebut.
Menurut Prof Sri, udang merupakan biota akuatik yang bersifat demersal, yakni hidup dan beraktivitas di dasar perairan.
Karena itu, kemunculan udang secara massal ke permukaan bukanlah perilaku yang normal dan dapat menjadi indikasi adanya gangguan serius pada habitatnya.
Lebih lanjut dijelaskannya, apabila tidak ditemukan tanda-tanda penyakit pada udang, maka penyebab yang paling mungkin adalah memburuknya kualitas air, terutama menurunnya kadar oksigen terlarut di dasar sungai.
“Kondisi tersebut umumnya dipicu oleh tingginya kandungan bahan organik di perairan. Proses penguraian bahan organik membutuhkan oksigen dalam jumlah besar sehingga mengurangi ketersediaan oksigen bagi biota yang hidup di dasar perairan, seperti udang,” jelas Prof Sri yang di kutip,Jumat (3/7/2026).
Kondisi itu menurutnya juga menjadi alasan mengapa fenomena tersebut lebih banyak dialami udang dibandingkan ikan.
Sebagian besar ikan yang hidup di kolom perairan masih dapat memperoleh pasokan oksigen yang lebih baik dibandingkan biota dasar.
Untuk memastikan penyebab pasti, Prof Sri menekankan pentingnya dilakukan pengujian laboratorium terhadap kualitas air.
Prof Sri berharap instansi terkait segera melakukan investigasi secara komprehensif berbasis data ilmiah agar penyebab fenomena tersebut dapat diketahui secara pasti.(**)
Indra












