Bisnis

Volatilitas Reksadana: Memisahkan Fluktuasi Pasar dari Perubahan Fundamental

×

Volatilitas Reksadana: Memisahkan Fluktuasi Pasar dari Perubahan Fundamental

Share this article
Volatilitas Reksadana: Memisahkan Fluktuasi Pasar dari Perubahan Fundamental

Nilai reksadana memang sering naik-turun karena berbagai faktor. Volatilitas ini biasanya bersifat sementara karena sentimen pasar. Bagaimanapun juga, instrumen tersebut bisa saja mengalami penurunan secara terus-menerus karena kerusakan nilai aset yang sebenarnya.

Kondisi inilah yang perlu Anda waspadai agar bisa segera membuat keputusan. Dengan demikian, risiko kerugian bisa diminimalkan. Selengkapnya dapat dilihat dalam ulasan di bawah ini.

Faktor Penyebab Volatilitas Reksadana

Secara umum, sejumlah faktor dapat membuat nilai reksadana naik turun atau volatil. Berikut di antaranya:

  • Fluktuasi Harga Aset

Reksadana berisi berbagai aset keuangan. Dengan demikian, dana yang Anda alokasikan dibagi ke masing-masing aset tersebut dengan proporsi berbeda. Harganya pun selalu bergerak secara dinamis di pasar modal.

Perubahan harga ini tentu akan mempengaruhi nilai reksadana. Sebagai contoh bila Anda memilih Reksadana Saham, sebagian besar modal Anda akan dialokasikan ke saham.

Harga saham bisa anjlok bila ada aksi penjualan massal dari investor. Penurunan aset tersebut mampu mempengaruhi harga Reksadana Saham. Untuk memudahkan pemantauan, Anda perlu berkaca langsung pada dinamika bursa saham.

Hal serupa juga berlaku pada reksadana jenis lainnya. Misalnya jika Anda memilih Reksadana Pendapatan Tetap, harga aset yang ada di dalamnya, seperti obligasi, tentu akan memengaruhi nilainya.

  • Pergerakan Suku Bunga

Pergerakan suku bunga dapat memengaruhi semua instrumen investasi, termasuk reksadana. Pergerakan ini terjadi saat bank sentral menetapkan kebijakan untuk mengubahnya.

Saat suku bunga naik, harga obligasi lama akan turun karena investor lebih tertarik dengan aset baru yang memiliki bunga lebih tinggi. Hal ini membuat nilai Reksadana Pendapatan Tetap dengan obligasi lama ikut turun. Begitu juga sebaliknya.

Kondisi serupa juga terjadi pada jenis reksadana lainnya. Namun bagi Reksadana Pasar Uang, dana bisa segera dipindahkan ke deposito baru berbunga lebih tinggi karena tenor yang singkat. Jadi, peluang untuk mendapatkan keuntungan lebih cepat.

  • Kondisi Ekonomi dan Pasar

Kondisi ekonomi dan pasar dipengaruhi oleh berbagai kondisi. Contohnya adalah stabilitas politik, pertumbuhan Produk Domestik Bruto, isu geopolitik, dan kebijakan pemerintah.

Bila kondisi tersebut sedang terguncang hingga menimbulkan ketidakpastian situasi makroekonomi, kepanikan finansial akan terjadi. Alhasil, seluruh jenis reksadana akan terpengaruh.

Dalam situasi ini, para investor cenderung menarik semua dananya untuk mengamankan modal dalam bentuk tunai. Akhirnya, nilai semua reksadana pun akan menurun.

  • Inflasi dan Nilai Tukar

Tingginya inflasi mampu menekan margin keuntungan perusahaan dan mengikis daya beli masyarakat. Bank sentral umumnya akan menaikkan suku bunga untuk menekannya. Akibatnya, nilai reksadana turun seperti yang telah dijelaskan di atas.

Di sisi lain, nilai tukar Rupiah yang melemah terhadap Dolar Amerika Serikat akan meningkatkan biaya impor bahan baku. Hal ini membuat keuntungan dan kinerja saham tertekan. Alhasil, investor asing akan menarik dananya dari Indonesia.

Reksadana Saham akan terguncang akibat kondisi ini. Terlebih lagi bila instrumen tersebut memiliki saham di perusahaan dengan orientasi impor maupun utang dalam mata uang asing. 

Kedua kondisi tersebut juga akan memicu kenaikan suku bunga, menggerus imbal hasil nyata, dan tingginya kecenderungan masyarakat untuk menarik uang mereka. Itulah mengapa nilai jenis reksadana lain juga bisa ikut terpengaruh.

Kapan Perlu Mewaspadai Volatilitas Reksadana?

Volatilitas nilai memang sering terjadi pada reksadana. Penurunan nilainya bisa hanya terjadi dalam waktu singkat sebelum naik lagi. Namun, Anda perlu mulai waspada jika nilainya terus menurun dalam jangka waktu lama diikuti dengan dua kondisi berikut:

  • Perubahan Kondisi Pasar dan Makro Ekonomi

Bila penurunan nilai reksadana diikuti dengan perubahan kondisi pasar dan makro ekonomi dalam jangka panjang, Anda perlu mewaspadainya. Hal ini ditandai dengan beberapa poin.

Poin pertama adalah kenaikan bunga secara terus-menerus karena bank sentral harus menekan inflasi. Poin kedua, PDB tetap minus selama dua kuartal berturut-turut diikuti dengan anjloknya daya beli masyarakat. 

Terakhir, Anda perlu mewaspadai menurunnya nilai Rupiah sehingga membuat investor asing menarik dananya secara permanen sehingga IHSG runtuh. Jika hal-hal ini terjadi, nilai reksadana bisa anjlok hingga mengalami kesulitan untuk naik lagi.

  • Perubahan Kondisi Internal Reksadana

Selain pasar dan makro ekonomi, penurunan nilai reksadana yang diikuti dengan kondisi produknya itu sendiri juga patut diwaspadai. Hal ini ditandai dengan tetap menurunnya nilai reksadana dalam 6 bulan hingga 1 tahun meski IHSG naik.

Selain itu, situasi tersebut juga dapat ditandai dengan penurunan reksadana secara drastis dalam sekejap karena banyaknya investor yang menarik dana. Pergantian Manajer Investasi akibat kasus-kasus tertentu juga perlu diwaspadai.

Berinvestasi Lebih Bijak di Tengah Fluktuasi Nilai Reksadana

Fluktuasi nilai reksadana merupakan hal yang wajar terjadi dalam investasi. Namun, investor tetap perlu mencermati ketika penurunan nilai diikuti oleh perubahan kondisi pasar, faktor makroekonomi, atau aspek fundamental dari produk itu sendiri.

Situasi seperti ini perlu dibaca dengan lebih hati-hati agar keputusan investasi tidak hanya didorong oleh kepanikan sesaat.

Dalam menghadapi kondisi tersebut, investor perlu memiliki strategi yang lebih terukur untuk membedakan antara pergerakan pasar jangka pendek dan perubahan fundamental yang lebih signifikan.

Salah satu dukungan yang dapat Anda pilih adalah investasi reksadana bersama perbankan prioritas DBS Treasures.

Melalui pengelolaan oleh Manajer Investasi profesional dan berpengalaman, reksadana dapat membantu investor membangun portofolio yang lebih terdiversifikasi sesuai profil risiko dan tujuan investasi. Diversifikasi ini penting untuk membantu mengelola risiko, terutama ketika pasar sedang bergerak dinamis.

Selain itu, DBS Treasures juga menyediakan akses terhadap wawasan investasi dan analisis pasar terkurasi dari tim ahli finansial. Dukungan ini dapat membantu Anda membaca peluang dan meninjau kembali strategi portofolio agar tetap sesuai dengan kebutuhan finansial jangka panjang.

Tak hanya itu, Anda dapat melakukan berbagai aktivitas investasi, mulai dari registrasi SID atau Single Investor Identification, pembelian, penjualan, hingga switching reksadana secara lebih praktis melalui Aplikasi DBS digibank.

Dengan pengelolaan profesional, diversifikasi yang tepat, serta dukungan informasi yang relevan, investasi reksadana dapat menjadi bagian dari strategi untuk menghadapi fluktuasi pasar secara lebih bijak. Pendekatan ini membantu investor menjaga portofolio tetap adaptif, terukur, dan selaras dengan tujuan finansial jangka panjang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *