ALALAK, pojokindonesia.com — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Barito Kuala (Batola) terus memperluas penyaluran bantuan air bersih bagi masyarakat yang terdampak krisis air akibat intrusi air laut.
Memasuki hari ke-14, bantuan air bersih disalurkan kepada warga Desa Beringin dan Desa Sungai Lumbah, Kecamatan Alalak, Sabtu (3/10/2026).
Penyaluran pertama dipusatkan di halaman Poskesdes Desa Beringin. Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Barito Kuala Selamat Riyanto hadir mewakili Bupati Barito Kuala sekaligus menyampaikan salam dan perhatian pemerintah daerah kepada masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Selamat Riyanto mengatakan penyaluran air bersih merupakan hasil kolaborasi Pemkab Barito Kuala bersama PDAM, Kodim 1005/Barito Kuala, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
“Hari ini memasuki hari ke-14 penyaluran air bersih hasil kerja sama Pemkab Barito Kuala, PDAM, Kodim 1005/Barito Kuala, serta Forkopimda. Meskipun jumlahnya mungkin tidak terlalu besar, harapan kami bantuan air bersih gratis ini dapat sedikit meringankan beban pengeluaran warga sehari-hari,” ujar Selamat.
Ia menegaskan pemerintah daerah akan terus berupaya membantu masyarakat yang terdampak intrusi air laut, terutama dalam memenuhi kebutuhan dasar berupa air bersih.
Selamat juga memastikan air yang disalurkan telah melalui pemeriksaan sesuai baku mutu sehingga aman digunakan masyarakat. Namun, warga tetap diimbau untuk memasak air terlebih dahulu sebelum dikonsumsi.
Imbauan tersebut turut disampaikan perwakilan Direktur PDAM Barito Kuala sebagai langkah untuk memastikan air yang digunakan sebagai kebutuhan konsumsi tetap aman bagi kesehatan masyarakat.
Usai penyaluran di Desa Beringin, rombongan melanjutkan pendistribusian bantuan ke titik kedua di halaman Langgar Miftahul Jannah, Desa Sungai Lumbah.
Warga di kedua desa menyambut baik bantuan tersebut. Mereka mengapresiasi perhatian dan respons pemerintah bersama berbagai pihak yang terus menyalurkan pasokan air bersih selama krisis akibat intrusi air laut berlangsung.
Pemkab Barito Kuala memastikan penanganan pasokan air bersih akan terus dilakukan secara berkesinambungan dengan menyasar wilayah-wilayah yang terdampak. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi selama kondisi krisis air bersih belum berakhir.
Ahim












