AgamaDaerahPendidikan

Milad ke-62 SMKN 3 Banjarmasin: Ketua Komite Dorong Sinergi Rp17 Miliar Untuk Masjid El-Rusdi dan Asrama Tahfiz

×

Milad ke-62 SMKN 3 Banjarmasin: Ketua Komite Dorong Sinergi Rp17 Miliar Untuk Masjid El-Rusdi dan Asrama Tahfiz

Share this article
Milad ke-62 SMKN 3 Banjarmasin: Ketua Komite Dorong Sinergi Rp17 Miliar Untuk Masjid El-Rusdi dan Asrama Tahfiz

Banjarmasin,pojokindonesia.com –  Di balik perayaan Milad ke-62 SMKN 3 Banjarmasin, tersimpan pekerjaan besar yang membutuhkan perhatian dan dukungan bersama. Keterbatasan kapasitas Masjid El-Rusdi yang belum representatif untuk menampung kebutuhan ibadah murid, serta rencana pembangunan asrama tahfiz, menjadi bagian penting dari upaya memperkuat pendidikan religius dan pembentukan karakter generasi muda.

Dengan jumlah mencapai 2.332 murid, kebutuhan sarana ibadah yang memadai menjadi persoalan yang perlu mendapat perhatian serius. Kondisi Masjid El-Rusdi yang relatif kecil membuat murid harus melaksanakan salat secara bergantian karena kapasitas masjid belum sebanding dengan jumlah murid yang harus dilayani.

Persoalan ini bukan semata-mata tentang bangunan fisik, melainkan juga menyangkut kenyamanan beribadah dan upaya sekolah membangun lingkungan pendidikan yang menyeimbangkan kompetensi kejuruan dengan penguatan nilai-nilai spiritual.

Dalam momentum Milad ke-62 tersebut, Ketua Komite SMKN 3 Banjarmasin, Dr. Pangeran Gusti Surian, S.Ag., M.Pd.I., menegaskan pentingnya kebersamaan seluruh pemangku kepentingan untuk mendukung program strategis sekolah, termasuk pembangunan Masjid El-Rusdi dan asrama tahfiz.

Kehadirannya memenuhi undangan pihak sekolah disambut langsung oleh Kepala SMKN 3 Banjarmasin, Edi Suhariyono, S.Pd., M.T., M.Si., dalam suasana silaturahmi bersama dewan guru dan tenaga kependidikan.

Momentum tersebut sekaligus menjadi ruang untuk memperkuat komunikasi dan kerja sama antara komite, pihak sekolah, orang tua, serta masyarakat demi menjawab kebutuhan pendidikan yang semakin kompleks.

Masjid Belum Representatif, 2.332 Murid Membutuhkan Sarana Ibadah Memadai
Keterbatasan kapasitas Masjid El-Rusdi menjadi salah satu perhatian utama yang perlu ditangani bersama. Dengan jumlah 2.332 murid, keberadaan masjid yang belum mampu menampung kebutuhan ideal peserta didik menyebabkan pelaksanaan salat harus dilakukan secara bergantian.

Kondisi tersebut memperlihatkan pentingnya pembangunan sarana ibadah yang lebih representatif di lingkungan sekolah. Masjid bukan hanya tempat menunaikan kewajiban ibadah, tetapi juga dapat menjadi pusat pembinaan akhlak, penanaman kedisiplinan, penguatan kebersamaan, dan pengembangan karakter religius murid.

Kebutuhan ini semakin relevan mengingat SMKN 3 Banjarmasin memiliki 170 guru dan tenaga kependidikan yang turut menjadi bagian dari ekosistem pendidikan sekolah. Dengan jumlah murid dan tenaga kependidikan tersebut, ketersediaan fasilitas pendukung yang layak menjadi salah satu unsur penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang kondusif.

Karena itu, penyelesaian pembangunan Masjid El-Rusdi diharapkan menjadi langkah penting untuk meningkatkan kenyamanan beribadah sekaligus memperkuat pelaksanaan program pembinaan keagamaan.

Rp14 Miliar untuk Masjid, Rp3 Miliar untuk Asrama Tahfiz

Kebutuhan pembangunan yang tidak kecil menjadi tantangan tersendiri. Berdasarkan informasi yang disampaikan, anggaran yang diperkirakan diperlukan untuk pembangunan Masjid El-Rusdi mencapai sekitar Rp14 miliar. Sementara itu, pembangunan asrama tahfiz diperkirakan membutuhkan anggaran sekitar Rp3 miliar.

Dengan demikian, total kebutuhan anggaran untuk kedua fasilitas tersebut diperkirakan mencapai Rp17 miliar.

Besarnya kebutuhan ini menunjukkan bahwa penyelesaian pembangunan tidak dapat hanya dibebankan kepada satu pihak. Diperlukan sinergi kuat antara komite sekolah sebagai representasi orang tua, masyarakat, pemerintah, dan pihak-pihak lain yang memiliki kepedulian terhadap kemajuan pendidikan.

Ketua Komite SMKN 3 Banjarmasin, Dr. Pangeran Gusti Surian, menempatkan dukungan terhadap pembangunan fasilitas tersebut sebagai bagian dari komitmen bersama dalam menyiapkan generasi muda yang tidak hanya terampil secara vokasi, tetapi juga kuat dalam nilai-nilai keagamaan.

Komite diharapkan dapat menjadi jembatan komunikasi dan aspirasi orang tua sekaligus mendorong terbentuknya kolaborasi yang konstruktif dengan berbagai pemangku kepentingan.

Penyelesaian pembangunan Masjid El-Rusdi dan asrama tahfiz bukan sekadar persoalan memenuhi kebutuhan infrastruktur. Lebih dari itu, keduanya merupakan investasi jangka panjang bagi pembentukan sumber daya manusia yang berkualitas.

Dukungan pemerintah, partisipasi masyarakat, perhatian orang tua, serta komitmen pihak sekolah menjadi unsur penting agar kebutuhan tersebut dapat diperjuangkan secara terencana, transparan, dan sesuai ketentuan yang berlaku.

Menguatkan Pendidikan Vokasi dan Nilai Religius

Sebagai sekolah menengah kejuruan, SMKN 3 Banjarmasin memiliki tanggung jawab menyiapkan lulusan yang mampu bersaing di dunia kerja dan dunia usaha. Namun, keterampilan profesional saja tidak cukup untuk menghadapi tantangan masa depan.

Murid juga perlu dibekali integritas, tanggung jawab, kedisiplinan, kepedulian sosial, serta landasan spiritual yang kuat.

Program pilihan Tahfizul Qur’an yang tersedia di sekolah menjadi salah satu bentuk pengembangan pendidikan religius tersebut. Keberadaan program ini membuka ruang bagi murid untuk mengembangkan potensi keagamaan di tengah pendidikan yang berorientasi pada kompetensi kejuruan.

Pembangunan asrama tahfiz diharapkan dapat mendukung pembinaan yang lebih terarah bagi murid yang mengikuti program tersebut. Dengan fasilitas yang memadai, pembinaan hafalan Al-Qur’an dan pembentukan karakter religius diharapkan dapat berjalan lebih optimal.

Komitmen ini sejalan dengan pandangan bahwa pendidikan berkualitas tidak hanya mengukur keberhasilan melalui nilai akademik atau keterampilan teknis, tetapi juga melalui sikap, perilaku, dan karakter lulusan.

170 Guru dan Tenaga Kependidikan, Kekuatan untuk Membangun Generasi Emas.

Dengan dukungan 170 guru dan tenaga kependidikan serta partisipasi 2.332 murid, SMKN 3 Banjarmasin memiliki potensi besar untuk terus mengembangkan kualitas pendidikan.

Di balik angka tersebut, terdapat tanggung jawab bersama untuk memastikan bahwa proses pendidikan tidak hanya berfokus pada pencapaian kompetensi kejuruan, tetapi juga memperhatikan pembentukan karakter, pengembangan bakat, dan penguatan nilai spiritual.

Dalam momentum Milad ke-62, Pangeran Gusti Surian menyampaikan apresiasi kepada para guru dan tenaga kependidikan atas dedikasi mereka dalam mendidik generasi muda.

“Atas nama orang tua wali murid, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas segala dedikasi, keringat, dan ketulusan yang telah Bapak dan Ibu guru berikan untuk bangsa, negara, khususnya demi kemajuan Banua Kalimantan Selatan tercinta,” ujarnya.

Menurutnya, keberhasilan pendidikan merupakan hasil kerja bersama. Guru, pimpinan sekolah, komite, orang tua, dan masyarakat memiliki peran masing-masing yang saling melengkapi.

Komite sekolah berkomitmen mendukung program-program strategis yang bertujuan meningkatkan kualitas pendidikan, termasuk peningkatan kompetensi pendidik, pengembangan kegiatan murid, serta penguatan sarana dan prasarana yang dibutuhkan sekolah.

Pangeran Surian juga telah bersilaturahmi dengan perwakilan murid. Dalam dialog tersebut, komite menyatakan kesiapan mendukung kegiatan OSIS, kepanitiaan Milad, dan pengembangan kegiatan ekstrakurikuler sebagai ruang bagi murid untuk mengasah kreativitas, kepemimpinan, dan tanggung jawab.

Milad ke-62, Momentum Memperkuat Komitmen untuk Banua
Memasuki usia ke-62, SMKN 3 Banjarmasin telah melalui perjalanan panjang dalam dunia pendidikan dan melahirkan alumni yang berkiprah di berbagai bidang, mulai dari kepolisian, politik, pendidikan, dunia usaha, hingga profesi lainnya.

Bagi Pangeran Gusti Surian, usia yang semakin matang harus menjadi dorongan untuk terus meningkatkan kualitas dan menjawab kebutuhan pendidikan masa kini.

“Jika diibaratkan usia manusia, 62 tahun adalah fase kehidupan yang sudah sangat matang dan dewasa. Usia matang ini harus menjadi cerminan bagi kita semua. Momentum Milad ini adalah bukti sejarah bahwa SMKN 3 Banjarmasin telah sukses menelurkan ribuan alumni berkualitas yang kini mewarnai dinamika karier di berbagai lini kehidupan Kalimantan Selatan; mulai dari kepolisian, politisi, guru, pengusaha sukses, hingga berbagai profesi lainnya,” ungkapnya.

Momentum Milad ini sekaligus menjadi pengingat bahwa tantangan pendidikan tidak berhenti pada pencapaian yang telah diraih. Masih ada kebutuhan yang harus dijawab, fasilitas yang perlu diperkuat, dan potensi generasi muda yang harus terus dikembangkan.

Penyelesaian pembangunan Masjid El-Rusdi dan asrama tahfiz menjadi salah satu agenda yang membutuhkan perhatian serta kerja sama berkelanjutan. Kebutuhan anggaran yang diperkirakan mencapai Rp17 miliar untuk kedua fasilitas tersebut menegaskan pentingnya perencanaan, dukungan, dan partisipasi bersama.

Pangeran Gusti Surian berharap SMKN 3 Banjarmasin terus berkembang sebagai lembaga pendidikan yang mampu melahirkan generasi muda dengan kompetensi unggul, karakter kuat, dan nilai-nilai religius yang terpelihara.

“Semoga SMKN 3 Banjarmasin jaya selalu! Semoga di bawah nakhoda Bapak Edi Suhariyono dan dukungan penuh dari komite, sekolah ini terus konsisten menjadi motor penggerak utama dalam melahirkan generasi emas yang religi, kreatif, berkarakter, dan membanggakan Banua,” pungkasnya.

Membangun generasi emas membutuhkan lebih dari sekadar ruang kelas dan keterampilan kerja. Dibutuhkan lingkungan pendidikan yang mendukung pembentukan karakter, memberi ruang bagi kehidupan spiritual, serta menghadirkan kepedulian nyata dari seluruh pemangku kepentingan.

Dengan 2.332 murid dan 170 guru serta tenaga kependidikan, SMKN 3 Banjarmasin memiliki tanggung jawab sekaligus potensi besar untuk terus meningkatkan mutu pendidikan. Sinergi komite, orang tua, masyarakat, pemerintah, dan pihak sekolah diharapkan menjadi kekuatan bersama untuk mewujudkan fasilitas pendidikan yang lebih representatif serta menyiapkan generasi muda yang kompeten, religius, dan membanggakan Kalimantan Selatan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *