AgamaBerita

Menyikapi Kemarau Panjang dan Karhutla, Guru Bahran Jamil Ajak Umat Bersabar dan Tetap Bersyukur

×

Menyikapi Kemarau Panjang dan Karhutla, Guru Bahran Jamil Ajak Umat Bersabar dan Tetap Bersyukur

Share this article
Menyikapi Kemarau Panjang dan Karhutla, Guru Bahran Jamil Ajak Umat Bersabar dan Tetap Bersyukur

Menyikapi Kemarau Panjang dan Karhutla, Guru Bahran Jamil Ajak Umat Bersabar dan Tetap Bersyukur

Banjarmasin, pojokindonesia.com

Menyikapi situasi dan kondisi saat ini, kemarau panjang yang menyebabkan kekeringan dan masih terjadinya karhutla hingga menyebarkan kabut asap ke mana-mana, Tuan Guru Haji Bahran Jamil mengajak umat bisa bersabar dan tetap bersyukur.

Da’i kondang asal Pantai Hambawang Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) Kalsel tersebut menyampaikan hal itu dalam tausiyah-nya di hadapan ratusan jamaah Majelis Ta’lim ar-Raudah, Senin malam (19/10/2026) di Jalan Skip Lama Kota Banjarmasin.

Menurut dia, mengapa mesti tetap bersyukur atas segala musibah, karena masih teramat banyak rahmat dan karunia yang Allah berikan. “Tapi yang yang paling patut dan utama kita syukuri adalah karunia Allah berupa nikmat iman dan nikmat Islam,” ujarnya.

Dia lantas menceritakan seorang hamba Allah di zaman dahulu, yang tak punya kedua tangan dan kedua kaki ditambah pula bisu dan tuli serta menderita penyakit kusta, sehingga diiisolir, namun orang tersebut mengaku bisa bersabar dan sebaliknya juga sangat bersyukur.

“Karena, sakit atau kesulitan hidup dan derita serta cobaan apapun, sesungguhnya dari Allah jua, kita mesti ikhlas dan ridho pada-Nya,” kata Gutu Bahran Jamil menekankan.

Jadi, sambungnya, tetaplah bersyukur dan memuji-Nya dengan mengucap alhamdulillah.
“Minta tolonglah kepada Allah dengan doa Allahu a’inni ala dzikri-Ka wasyukri-Ka wahusni ibadati-Ka,” katanya mengutip doa.

Sambil menjalani kehidupan dengan sabar dan tabah, ia mengingatkan agar semua orang hendaknya melakukan instrospeksi dan mengevaluasi diri atas cobaan dan derita yang menimpa.

“Instrospeksi dan evaluasi itu di antarnya dengan melihat kembali penampilan diri, jangan sampai membuka aurat ketika berada di luar rumah, baik laki-laki maupun perempuan, karena itu pun salah satu dosa, yang bisa saja membuat Allah murka,” pungkas ulama kharismatik ini.

Sebagaimana diketahui, Tuan Guru Bahran Jamil adalah salah seorang murid dari ulama besar Banua, yaitu Tuan Guru Haji Muhammad Syukeri Unus (Martapura), bersama dengan beberapa ulama lain seperti TGH Ahmad Bakri (Gambut), TGH Asmuni (Danau Panggang), TGH Ibrahim Aini (Rantau), dan TGH Muhammad Bakhiet (Barabai). (kha)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *