Ucapan Ini Jadikan Seseorang Murtad
Banjarmasin, pojokindonedia.com-
Sebagai seorang muslim hendaknya selalu berhati-hati dalam ucapan, meskipun maksudnya hanya bercanda, apalagi sungguhan, terutama jika terkait Allah dan rasul-Nya.
Ulama.besar yang juga cendekiawan muslim Kalsel, Prof Dr HA Hafiz Anshari AZ MA mengatakan hal itu pada pengajian rutin di majelis taklim Masjid al Munawwarah Banjamasin, Selasa malam (27/10/2026).
Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kalsel itu mencontohkan ucapan yang sangat berbahaya pada keimanan seseorang, “Apabila betul apa yang Allah turunkan kepada para nabi dan rasul itu, maka selamatlah kita semua.”
Ada kata ‘apabila betul’ itulah masalahnya. Dia meragukan kebenaran misi para nabi dan rasul. Jelas ada keraguan, sedangkan agama menuntut para pemeluknya yakin 100 persen bahwa apa yang para nabi dan rasul sampaikan adalah benar.
Atau, sambung Hafiz sambil membacakan isi kitab Syarah Irsyadul Ibad, seseorang berkata, “Allah mengetahui, sesungguhnya aku mengerjakan ini (misalnya puasa), padahal dia berdusta (tidak mengerjakan puasa.”
Jika begitu halnya, jelas Hafiz, orang tersebut telah melecehkan atau memperolok-olok Allah. Seolah-olah Allah bukan Tuhan Yang Maha Mengetahui (hatta bisik kata di hati para hamba-Nya).
Contoh lainnya, ujar Hafiz yang pernah menjadi Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI itu, seseorang berkata, Nabi Muhammad itu orang berkulit hitam dann bukan orang Arab Quraisy.
“Padahal sudah sangat masyhur dan sejarah mencatat, Nabi Muhammad saw berkulit putih sedikit kemerahan dan asli Arab suku Quraisy dari klan Bani Hasyim,” jelas Hafiz.
Sebelumnya Hafiz yang juga guru besar di Universitas Islam Negeri (UIN) Antasari itu menyebutkan puluhan contoh lainnya, yang sangat berbahaya bagi seorang Islam, karena menggugurkan keimanannya jika sampai tergelincir ucapannya, yang seakan melecehkan atau mengolok-olok Allah, rasulullah, agama Islam, alQuran, dsb.
“Intinya, hendak kita berhati-hati dalam ucapan dan candaan,” pungkasnya. (kha)












