Kapuas, pojokindonesia.com — Posko Induk Penanganan Darurat Bencana Kekeringan dan Kebakaran Hutan dan Lahan Kabupaten Kapuas melaporkan perkembangan penanganan bencana per Selasa, 3 November 2026. Secara kumulatif sejak awal tahun hingga hari ini, tercatat total 55.870 titik panas, dengan 569 kejadian kebakaran dan luas area terbakar mencapai 5.384,06 hektare. Sebanyak 673 operasi pemadaman darat telah dilakukan serta 89 kali pengecekan titik panas dan karhutla di lapangan.
Pada hari ini tercatat 258 titik panas tersebar di beberapa kecamatan, terbanyak berada di Kecamatan Mantangai dengan 210 titik, diikuti Kecamatan Timpah sebanyak 40 titik, serta Kecamatan Kapuas Tengah sebanyak 6 titik, dan masing-masing satu titik di Kecamatan Bataguh serta Kecamatan Kapuas Barat.
Tim gabungan melaksanakan enam operasi pemadaman darat pada hari ini, dimulai dari pukul 06.30 WIB hingga pukul 15.56 WIB. Di Jalan Sulawesi Gang 4, Kelurahan Selat Barat, pemadaman berlangsung selama 46 menit dan api berhasil dipadamkan pada luas lahan sekitar 0,25 hektare. Di Desa Kalumpang, Kecamatan Mantangai, tim melakukan patroli sekaligus pemadaman pada luas lahan sekitar 5 hektare dan berhasil memadamkan api, meskipun kondisi di lokasi masih terlihat berasap. Di Desa Bandarraya, Kecamatan Tamban Catur, api juga berhasil dipadamkan pada luas sekitar 0,5 hektare, begitu pula di Desa Warna Sari pada luas yang relatif kecil sekitar 0,0025 hektare dan api dinyatakan padam. Sementara itu, di Desa Tumbang Mangkutup, Kecamatan Mantangai, pemadaman berlangsung cukup lama dari pukul 06.30 hingga 15.30 WIB, namun hingga saat ini api belum sepenuhnya padam karena lokasi kebakaran tersebar luas dan hanya dapat dijangkau menggunakan perahu, sehingga kegiatan pemadaman sangat bergantung pada pasang surutnya air.
Di Desa Lungkuh Layang, Kecamatan Timpah, tim berhasil memadamkan api pada luas sekitar 0,3 hektare, meskipun kendala utama yang dihadapi adalah sulitnya menjumpai sumber air di lokasi tersebut. Selain itu, operasi pemadaman masih terus berlangsung di Desa Batuah dekat Kandang, Kecamatan Basarang.
Posko Induk juga melaksanakan berbagai kegiatan pendukung, antara lain membagikan air bersih gratis bersama Palang Merah Indonesia Kabupaten Kapuas di tiga lokasi yaitu Handil Alai dan depan Kantor Kelurahan Pulau Kupang di Kecamatan Bataguh. Patroli sekaligus pembagian masker juga dilakukan di Jalan Arah Sungai Kayu dan Sungai Pitung, serta di wilayah Kecamatan Pulau Petak, Desa Sei Asam, Bakungin, Saka Batur, dan Saka Lagun di Kecamatan Kapuas Hilir, dan dari hasil pantauan tim tidak ditemukan titik api baru di lokasi-lokasi tersebut.
Di Desa Saka Batur, tim menemukan sisa api yang sudah tidak membahayakan permukiman dan telah ditangani oleh pihak desa dan Masyarakat Peduli Api, meskipun sisa api masih terlihat menjauh ke arah kawasan hutan sekitar 300 meter dari pemukiman warga.
Sepanjang periode penanganan karhutla tahun ini, pihak Kepolisian Resor Kabupaten Kapuas telah mencatat sembilan laporan polisi terkait kasus kebakaran lahan yang tersebar di berbagai kecamatan, dengan dugaan penyebab mulai dari pembukaan lahan secara sengaja, pembakaran sampah dan tandan sawit, hingga pembakaran rumput yang tidak sengaja meluas ke area yang lebih luas.
Kalaksa BPBD Kabupaten Kapuas sekaligus Ketua Harian Penanganan Darurat Bencana Kekeringan dan Karhutla Kabupaten Kapuas, Pangeran S Pandiangan, S.Hut., MM., menghimbau kepada seluruh masyarakat Kabupaten Kapuas untuk bersama-sama menjaga kesadaran dan tidak melakukan pembakaran lahan guna mencegah meluasnya kebakaran yang dapat merugikan banyak pihak. Masyarakat juga diimbau untuk segera melaporkan apabila melihat adanya asap atau titik api kepada posko terdekat atau melalui nomor layanan darurat yang telah disediakan, agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan dini.uhkps












