Uncategorized

FisTx Kukuhkan Diri Sebagai Solusi Teknologi Akuakultur Terlengkap & Nomor 1 di Indonesia, Kini Rambah Pasar Timur Tengah

×

FisTx Kukuhkan Diri Sebagai Solusi Teknologi Akuakultur Terlengkap & Nomor 1 di Indonesia, Kini Rambah Pasar Timur Tengah

Share this article
FisTx Kukuhkan Diri Sebagai Solusi Teknologi Akuakultur Terlengkap & Nomor 1 di Indonesia, Kini Rambah Pasar Timur Tengah

FisTx, perusahaan teknologi akuakultur asal Sleman, Yogyakarta besutan Rico Wisnu Wibisono, hadir sebagai solusi terlengkap dan nomor 1 di Indonesia untuk menjawab masalah rendahnya kualitas benih/pakan dan cara budidaya konvensional, lewat 5 solusi terintegrasi (teknologi air, nutrisi, konstruksi kolam, pendampingan, kemitraan) yang telah menjangkau 25 provinsi dan 3 negara, mendistribusikan 40.000+ produk ke 1.500+ petambak, mendongkrak success rate hingga 83,6%, dan kini berekspansi ke Pakistan, Asia Selatan, hingga Timur Tengah lewat MoU dengan PGA & LF.

Yogyakarta, Juli 2026 – Di tengah tantangan besar industri budidaya perikanan nasional di mana sekitar 65% kegagalan budidaya dipicu oleh kualitas benih dan pakan yang buruk, serta 80% pembudidaya masih mengandalkan cara konvensional yang rentan terhadap fluktuasi musim, FisTx perusahaan teknologi akuakultur asal Sleman, Yogyakarta, tampil sebagai penyedia solusi terintegrasi bagi petambak di seluruh Indonesia.

Didirikan oleh Rico Wisnu Wibisono, FisTx telah mengembangkan lima pilar solusi yang saling terhubung: mulai dari teknologi air lewat FisTx Disinfection System (memadukan Baskara UV, Cakra Elektrolisis, dan Nano Disinfektan) serta Antasena Microbubble untuk oksigenasi kolam; nutrisi dan pemantauan kualitas air lewat lini Aqua Support; perencanaan dan konstruksi kolam modern melalui Aquadex; pendampingan lapangan berbasis data lewat program TAMPAN (Petambak Mapan); hingga kemitraan strategis lintas sektor.

Sejauh ini, FisTx telah hadir di 25 provinsi dan tiga negara Kuwait, Timor Leste, dan Bahrain, dengan lebih dari 40.000 produk terdistribusi ke lebih dari 1.500 petambak dan pembudidaya. Adopsi teknologi FisTx tercatat meningkatkan success rate budidaya hingga 83,6%, menaikkan hasil panen 33%, dan menekan biaya produksi termasuk FCR sebesar 27%.

“Petambak Indonesia tidak butuh produk tunggal, mereka butuh satu ekosistem yang saling menopang dari hulu ke hilir. Itu yang kami bangun di FisTx,” ujar Rico Wisnu Wibisono, Founder & CEO FisTx.

Ekspansi FisTx juga merambah pasar internasional. Perusahaan ini baru saja menandatangani nota kesepahaman dengan Pak Gharo Agri & Livestock Farms (PGA & LF) asal Pakistan untuk memperluas distribusi produk dan layanan ke kawasan Pakistan, Asia Selatan, hingga Timur Tengah. “Sektor akuakultur Pakistan membutuhkan solusi biosekuriti yang teruji di lapangan. Teknologi FisTx melengkapi keahlian kami, dan kami optimistis kemitraan ini mempercepat adopsi budidaya berkelanjutan di kawasan,” kata Arshad Aziz, CEO Pak Gharo Agri & Livestock Farms.

Kalangan pemerintah hingga praktisi senior turut mengapresiasi pendekatan ini. Dr. Hasanuddin Atjo (Pakar Akuakultur Senior & Ex Kadis KP Provinsi Sulawesi Tengah), turut menyampaikan:

“Teknologi treatment air baku untuk budidaya harus menjadi perhatian serius. Inovasi untuk menciptakan infrastruktur sterilisasi air dalam negeri yang murah seperti teknologi UV (Ultra Violet) dan Elektrolisis perlu terus didorong agar industri tidak lagi bergantung pada bahan kimia.”

Salah satu performa dari Fistx Disinfection System (FDS) yaitu Nano Disinfektan telah dirasakan oleh Mas Bayu, Petambak di Pengandaran. “Bakteri vibrio dulu jadi masalah utama di tambak kami. Sekarang bisa kami kendalikan dengan Nano Disinfektan. Kami berhasil pertahankan SR di atas 85% selama 4 siklus terakhir. Ini jadi produk standar wajib di semua kolam tambak kami.“

Capaian ini mengukuhkan posisi FisTx sebagai perusahaan solusi teknologi akuakultur terlengkap dan nomor satu di Indonesia, di mana setiap solusi yang ditawarkan telah dirasakan langsung manfaatnya oleh berbagai tambak di berbagai daerah. Ke depan, FisTx akan terus memperluas kolaborasi dengan BUMDes, masyarakat lokal, dan mitra internasional untuk mengakselerasi budidaya berkelanjutan di seluruh Indonesia.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES