AgamaBerita

Guru Aspani Ajak Tinggalkan Hal-Hal yang Makruh dalam Solat

×

Guru Aspani Ajak Tinggalkan Hal-Hal yang Makruh dalam Solat

Share this article
Guru Aspani Ajak Tinggalkan Hal-Hal yang Makruh dalam Solat

Guru Aspani Ajak Tinggalkan Hal-Hal yang Makruh dalam Solat

Banjarmasin, pojokindonesia.com–

Tuan Guru H Aspani Anshori Lc atau akrab dipanggil Guru Aspani, mengajak jamaah Langgar Nurul Ishlah khususnya dan kaum muslimin umumnya, agar senantiasa berupaya meningkatkan kualitas solat, sehingga solat tersebut kian berkualitas, dan pastinya ingin solat tersebut bernilai di sisi Allah dan Dia terima.

Di antara upaya itu, menurutnya ialah meninggalkan hal-hal atau perkara-perkara yang makruh dalaam solat. Dia menyampaikan hal itu dalam kajian rutin fiqih solat usai salat Subuh berjamaah, Ahad (10/10/2026).

Menurut muballigh jebolan Universitas al-Azhar al-Qohirah (Kairo) Mesir ini, banyak hal sunnah dalam solat, sehingga kian menambah nilai atau pahala seseoranag yang mengerjakan solat tersebut manakala ia mengerjakan sunnah-sunnah itu.

“Jadi jangan sampai meninggalkan sunah-sunnah, jangan anggap enteng yang sunnah, karena meninggalkan yang sunnah-sunnah dalam solat itu justru hukumnya menjadi makruh,” tegasnya.

Sekedar mengingatkan kembali, makruh itu, sambungnya, adalah sesuatu yang jika seseorang mengerjakannya, akan dibenci, namun jika dia tinggalkan akan mendapatkan ganjaran atau pahala.

Masalah makruh memang jarang menjadi pembahasan, para ustadz atau tuan guru lebih banyak berbicara atau mengungkap masalah sunnah dan pahalanya atau keutamaannya.

Lantas, apa sajakah hal-hal atau perkara yang makruh dalam solat? Guru Aspani merincikannya:

1. Menahan kentut, buang air kecil, dan buang air besar;
2. Mendahulukan solat, padahal makanan sudah tersaji;
3. Memakai sepatu kulit yang sempit/sesak;
4. Dalam keadaan marah;
5. Dalam keadaan mengantuk;
6. Kepala dan bahu terbuka;
7. Memakai baju yang bergambar atau tulisan-tulisan;
8. Memakai rida yang terlalu panjang;
9. Pakaian yang menyentuh lantai/bumi;
10. Dengan suara nyaring pada solat Johor dan Ashar;
11. Suara ma’mum lebih nyaring daripada suara Imam;
12. Menempelkan perut ke paha saat sujud;
13. Memperpanjang tasyahud awal dan berdoa;
14. Tidak membaca surah setelah membaca al Fatehah;
15. Tidak mengucapkan takbir pada setiap rakaat;
16. Tidak mengucapkan zikir pada saat ruku’, i’tidal, sujud, dan duduk di  antara dua sujud;
17. Tidak berdoa pada tahayyat akhir;
18. Sujud dengan hidung tak tersentuh lantai;
19. Ruku’ dengan kepala terlalu rendah;
20. Menutup kedua tangan waktu 21.Mnoleh ke kanan dan ke kiri dengan cepat Ketika salam;
22. Ketika mau sujud seperti unta, mendahulukan rangan baru lutut (tetapi ini dibolehkan bagi yang sudah lansia), mestinya mendahulukan dengkul;
23. Posisi telapak tangan sampai siku ketika sujud menyentuh lantai;

Selain itu, sebutnya, ada lagi beberapa perbuatan makruh atau makruh dari segi perbuatan:
a. Lengan baju digulung/dilipat;
b. Rambut terikat (bagi laki=laki yang berambut panjang biarkan terurai);
c. Memandang ke atas;
d. Meletakkan kedua tangan di pinggang (berkacak pinggang) tanpa uzur seperti menahan asa sakit;

e. Mengusap dahi bekas sujud;
f. Sujud dengan cepat-cepat, terburu-buru;
g. Duduk seperti anjing (badungkung)l
h. Menoleh ke arah lain tanpa ada hajat;
I. Meludah ke depan dan/atau ke kanan.

“Demikianlah beberapa hal yang makruh bagi mereka yang mendirikan solat, sebisa mungkin meninggalkannya, demi menjaga kesempurnaan dan kehoramatan solat,” pungkas Guru Aspani. (kha)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *