MARABAHAN, pojokindonesia.com – Bupati Barito Kuala (Batola), H. Bahrul Ilmi, meminta seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) memperkuat manajemen kinerja dan melakukan pembenahan terhadap sejumlah persoalan dalam penerapan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP).
Hal tersebut disampaikan Bahrul Ilmi saat menjadi pembina Upacara Senin di Halaman Kantor Bupati Barito Kuala, Senin (14/9/2026). Upacara tersebut dilaksanakan oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP).
Dalam amanatnya, Bupati mengapresiasi kedisiplinan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang mengikuti upacara. Namun, ia juga menjadikan momentum tersebut untuk menyerahkan Laporan Hasil Evaluasi (LHE) SAKIP SKPD Tahun 2026 sekaligus mengevaluasi pelaksanaan manajemen kinerja di lingkungan Pemkab Batola.
Bahrul Ilmi menyampaikan, meski komitmen terhadap peningkatan manajemen kinerja mulai menunjukkan perkembangan, masih terdapat sembilan permasalahan utama yang perlu segera dibenahi.
Untuk menindaklanjutinya, Pemkab Batola menyiapkan tujuh langkah perbaikan, mulai dari menyelaraskan dokumen kinerja hingga mengubah orientasi kerja dari sekadar menyelesaikan kegiatan menjadi pencapaian hasil atau result-oriented.
Bupati juga meminta setiap SKPD melakukan pemantauan terhadap rencana aksi secara berkala setiap triwulan. Selain itu, penguatan sistem data yang terintegrasi, evaluasi internal, serta keterlibatan aktif pimpinan SKPD dinilai penting untuk meningkatkan kualitas akuntabilitas kinerja.
“SAKIP bukan sekadar kewajiban penyusunan dokumen, melainkan alat pengendalian pembangunan untuk memastikan setiap rupiah anggaran menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat,” tegas Bahrul Ilmi.
Usai upacara, dilakukan penyerahan LHE SAKIP Tahun 2026 secara simbolis oleh Bupati, Wakil Bupati, dan Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah Barito Kuala kepada perwakilan SKPD dan kecamatan.
Hasil evaluasi tahun ini menunjukkan 11 SKPD mengalami peningkatan nilai dan menerima piagam penghargaan atas capaian tersebut.
Sementara itu, pada tingkat kecamatan, tercatat lima kecamatan mengalami kenaikan nilai, dengan satu kecamatan di antaranya berhasil memperoleh piagam penghargaan.
Capaian tersebut menjadi bagian dari upaya Pemkab Batola untuk terus memperkuat akuntabilitas kinerja dan memastikan pelaksanaan program pembangunan memberikan hasil yang terukur serta manfaat bagi masyarakat.
Ahim












