Marabahan, pojokindonesia.com — Pemerintah Kabupaten Barito Kuala (Batola), Kalimantan Selatan, terus mempercepat pelaksanaan program-program prioritas guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Hal tersebut disampaikan dalam paparan resmi yang digelar di Rumah Kediaman Bupati Batola, Rabu (24/9/2025).
Sejumlah program yang menjadi fokus utama meliputi Kartu Siap Kerja Batola, Beasiswa Batola, serta insentif untuk guru TPA dan kaum masjid. Ketiga program tersebut menjadi bagian dari agenda strategis Bupati dan Wakil Bupati Batola dalam menekan angka pengangguran, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta memperkuat peran keagamaan di tengah masyarakat.
Program unggulan di bidang ketenagakerjaan ini dilaksanakan oleh Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Batola. Tujuannya, meningkatkan kompetensi dan daya saing tenaga kerja lokal melalui pelatihan berbasis pemagangan, penempatan kerja, hingga wirausaha mandiri.
Pada tahun 2025, program ini menargetkan 42 peserta, dan akan ditingkatkan menjadi 300 peserta pada 2026. Angka tersebut belum termasuk pelatihan yang berasal dari kementerian maupun satuan kerja perangkat daerah (SKPD) lainnya.
Proses seleksi dilakukan secara terbuka oleh tim percepatan yang dibentuk pemerintah daerah. Selain itu, Pemkab Batola juga menjalin kerja sama dengan sejumlah perusahaan agar memberikan prioritas kepada tenaga kerja lokal dalam rekrutmen karyawan baru.
Di bidang pendidikan, Pemkab Batola menggulirkan Program Beasiswa Batola dengan konsep “Satu Kecamatan, Satu Sarjana”. Program ini menargetkan 201 penerima selama empat tahun pelaksanaan. Seleksi dilakukan secara terbuka dan dikoordinasikan oleh Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah Batola.
Program ini diharapkan mampu membuka akses pendidikan tinggi bagi masyarakat dari keluarga kurang mampu, sekaligus memperkuat kapasitas intelektual di tingkat kecamatan.
Sebagai bentuk perhatian terhadap pendidikan agama dan peran tokoh keagamaan di masyarakat, Pemkab Batola juga menyiapkan skema insentif bagi para guru Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) dan kaum masjid.
Langkah ini dinilai sebagai upaya untuk memperkuat nilai-nilai spiritual dan sosial di tengah masyarakat, sekaligus mendorong peningkatan kualitas layanan pendidikan keagamaan di tingkat desa dan kelurahan.
ahim












