Pojokindonesia.com – Pengelolaan lumbung pangan masyarakat yang tersebar di berbagai daerah di Provinsi Kalimantan Selatan terus di lakukan perkuatan guna mendukung Cadangan Pangan Masyarakat (CPM).
Melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kalsel,Pemprov Kalsel terus melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap lumbung lumbung pangan yang tesebar
Saat ini terdapat 181 lumbung pangan masyarakat yang tersebar di Kalimantan Selatan. Sebanyak 54 lumbung di 12 kabupaten/kota menjadi lokasi penyimpanan gabah titipan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan sebagai Cadangan Pangan Masyarakat.
Untuk lebih mengoptimalkan lumbung lumbung pangan yang tersebar DPKP Kalsel adakan Pertemuan Koordinasi Pengembangan Lumbung Pangan Masyarakat se Kalimantan Selatan,
Kegiatan diikuti oleh petugas teknis kabupaten/kota dan kelompok tani pengelola lumbung pangan, bertujuan untuk memastikan kondisi stok cadangan pangan tetap tersedia, berkualitas, serta dikelola sesuai mekanisme yang telah ditetapkan.
Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan Kalsel, Syamsir Rahman melalui Kepala Bidang Ketahanan Pangan, Muhammad Maulidinsyah Sarasakti, mengatakan masud dari pertemuan Koordinasi tersebut untuk melihat kondisi stock pangan cadangan.
“Tujuan kegiatan ini adalah melihat kondisi stok cadangan pangan di masyarakat hingga posisi terakhir. Kami juga meminta laporan dari para pengelola terkait peremajaan stok, berapa yang sudah dikeluarkan, kemudian berapa yang sudah diganti kembali, sehingga cadangan pangan tetap bergulir,” ujarnya.
Menurut Maulidinsyah, berdasarkan hasil pemantauan, ketersediaan cadangan pangan di lumbung masyarakat masih sangat mencukupi, bahkan melebihi jumlah minimal yang harus tersedia. Kondisi tersebut menjadi indikator bahwa pengelolaan cadangan pangan masyarakat berjalan dengan baik.
Keberadaan lumbung pangan masyarakat memiliki peran strategis dalam menjaga ketahanan pangan daerah. Selain menjadi cadangan saat terjadi gejolak pasokan, lumbung pangan juga menjadi sumber bantuan pangan tercepat ketika masyarakat terdampak bencana alam maupun kondisi darurat lainnya,kata Maulidinsyah.
“Lumbung pangan masyarakat merupakan garda terdepan dalam penanganan kerawanan pangan. Ketika terjadi bencana atau masyarakat mengalami kesulitan memperoleh pangan, cadangan yang ada di lumbung inilah yang pertama kali dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan warga,” pungkasnya.
Indra












