BeritaDaerah

RTH Panglima Sentik Disiapkan Jadi Pusat Ekonomi Kreatif Baru di Penajam

×

RTH Panglima Sentik Disiapkan Jadi Pusat Ekonomi Kreatif Baru di Penajam

Share this article
RTH Panglima Sentik Disiapkan Jadi Pusat Ekonomi Kreatif Baru di Penajam

PENAJAM, pojokindonesia.com – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menyiapkan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di depan Stadion Panglima Sentik, Nipah-Nipah, sebagai pusat pertumbuhan ekonomi kreatif baru di wilayah perkotaan Penajam.

“Selain memperluas ruang publik, kawasan tersebut juga kita rancang untuk mengakomodasi aktivitas UMKM dan pelaku ekonomi kreatif,” kata Kabid Perumahan, Permukiman, dan Pertamanan Disperkimtan PPU, Khairil Achmad, Sabtu (29/11/2025).

Ia menyampaikan bahwa pembangunan yang menelan anggaran Rp24 miliar ini telah mencapai sekitar 50 persen. “Pekerjaan terus berjalan dan saat ini progresnya sudah berada di pertengahan,” ujar dia.

Ia menjelaskan konsep RTH tersebut memang sejak awal diarahkan tidak hanya menjadi taman kota. Pemerintah menyiapkan gedung pengelola yang akan difungsikan sebagai pusat ekonomi kreatif, lengkap dengan fasilitas pendukung untuk para pelaku UMKM.

“RTH ini kami desain agar mampu menjadi ruang aktivitas ekonomi masyarakat, bukan semata area rekreasi,” terangnya.

Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan mampu menambah pilihan ruang publik yang selama ini masih terbatas di Penajam. Khairil menyebut, selain Alun-Alun dan Taman Rozeline, masyarakat akan memiliki alternatif ruang interaksi yang lebih representatif.

“Kami ingin kawasan ini menjadi tempat berkumpul sekaligus membuka peluang usaha baru bagi warga,” ucapnya.

Pengawasan pembangunan dilakukan secara intensif untuk memastikan penyelesaian proyek sesuai target pada 2026. Menurut Khairil, monitoring rutin diterapkan agar pekerjaan fisik berjalan sesuai jadwal.

“Progres kami pantau setiap saat supaya dapat rampung paling lambat akhir tahun depan,” tambahnya.

Pemerintah daerah berharap keberadaan RTH Panglima Sentik tidak hanya meningkatkan kualitas ruang kota, tetapi juga memicu aktivitas ekonomi yang lebih dinamis di kawasan Nipah-Nipah.

“Kami ingin ruang publik ini benar-benar hidup dan memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat,” tutupnya. (RAH/ADV)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *