Berita

Angkasa Pura Indonesia Salurkan Bantuan TJSL dan Tanam 5.000 Pohon di Banjarbaru

×

Angkasa Pura Indonesia Salurkan Bantuan TJSL dan Tanam 5.000 Pohon di Banjarbaru

Share this article
Angkasa Pura Indonesia Salurkan Bantuan TJSL dan Tanam 5.000 Pohon di Banjarbaru

BANJARBARU, pojokindonesia.com – Menutup akhir tahun 2025, PT Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang Bandar Udara Internasional Syamsudin Noor kembali menyalurkan bantuan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), Kamis (11/12). Bantuan diberikan kepada masyarakat sekitar bandara serta lembaga sosial dan lingkungan di Kota Banjarbaru.

Sebanyak 250 paket sembako disalurkan kepada warga Guntung Damar Kelurahan Guntung Payung dan warga Kelurahan Syamsudin Noor. Selain itu, perusahaan juga memberikan bantuan sarana prasarana umum kepada Mushola Al Fadl Sidomulyo dan Majelis Dzikir Nafahatul Khair Kampung Karangan.

Di bidang lingkungan, PT Angkasa Pura Indonesia menyerahkan 1.000 bibit pohon kepada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Banjarbaru serta 4.000 bibit pohon kepada UPTD Tahura Sultan Adam. Penyerahan ini menjadi bagian dari program nasional Injourney Airports Alam Lestari yang menargetkan penanaman satu juta pohon.

Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh General Manager PT Angkasa Pura Indonesia KC Bandara Syamsudin Noor, Stephanus Millyas Wardana, di Ruang Rapat Kayuh Baimbai Kantor Administrasi PT Angkasa Pura Indonesia. Hadir perwakilan warga, pemerintah kelurahan, DLH Banjarbaru, Tahura Sultan Adam, serta pengurus mushola dan majelis dzikir.

Stephanus menegaskan bahwa sebagai salah satu objek vital nasional dan penggerak konektivitas regional, Bandara Syamsudin Noor tidak hanya berorientasi pada pelayanan kebandarudaraan, tetapi juga pada kontribusi sosial dan lingkungan.

“Melalui program TJSL ini, kami berharap dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, mendukung pembangunan Kota Banjarbaru, menjaga kelestarian lingkungan, serta mempererat sinergi antara PT Angkasa Pura Indonesia dengan pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan,” ujar Millyas.

Ia menekankan bahwa keberadaan bandara harus memberikan dampak berkelanjutan bagi masyarakat sekitar. Kinerja bandara, kata dia, diukur tidak hanya dari aspek operasional, tetapi juga dari kontribusinya bagi lingkungan dan komunitas lokal.

Stephanus juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah, instansi terkait, dan mitra yang terlibat dalam pelaksanaan program TJSL 2025. Ia berharap kerja sama lintas sektor terus berlanjut untuk memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat Kalimantan Selatan.

Rel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *