PALANGKA RAYA, pojokindonesia.com – Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Komite Seni Budaya Nusantara (KSBN) Kalimantan Tengah berhasil menyelenggarakan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) KSBN 2026 dengan lancar dan sukses. Meski dihadapkan pada keterbatasan anggaran dan dukungan, Kalimantan Tengah mampu membuktikan diri sebagai tuan rumah yang sukses dalam menggelar agenda berskala nasional tersebut.
Rakernas yang berlangsung di Hotel Neo, kawasan Bundaran Besar Kota Palangka Raya, Sabtu (13/6/2026), menghasilkan sejumlah program kerja dan rekomendasi strategis untuk pengembangan seni dan budaya nasional.
Sehari sebelumnya, KSBN juga melaksanakan pelantikan Dewan Pengurus Wilayah KSBN Kalimantan Tengah periode 2026–2031 yang dihadiri para pengurus pusat dan daerah dari berbagai provinsi di Indonesia.
Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) KSBN, Hendardji Soepandji, hadir langsung dalam kegiatan tersebut bersama Sekretaris Jenderal KSBN serta sejumlah pengurus DPW KSBN se-Indonesia.
Salah satu rekomendasi penting yang dihasilkan dalam Rakernas adalah usulan menjadikan Kota Merauke dan Kota Manado sebagai pusat industri musik dunia. Rekomendasi tersebut dinilai sebagai langkah strategis dalam memperkuat posisi Indonesia dalam industri musik global sekaligus mengangkat potensi budaya daerah.
Hendardji Soepandji mengapresiasi keberhasilan Kalimantan Tengah sebagai tuan rumah Rakernas. Menurutnya, kesuksesan penyelenggaraan kegiatan tersebut patut menjadi contoh bagi daerah lain dalam upaya memajukan seni dan budaya nasional.
“Keberhasilan Kalimantan Tengah menyelenggarakan Rakernas ini menunjukkan komitmen yang kuat terhadap pengembangan seni dan budaya. Semangat seperti ini perlu ditiru daerah lain agar seni dan budaya Indonesia semakin maju dan berkembang,” ujarnya.
Rakernas KSBN 2026 mengusung tema “Ketahanan Bangsa Terwujud oleh Eksistensi dan Kolaborasi Antarbudaya Adat Nusantara”. Kegiatan tersebut dibuka oleh Gubernur Kalimantan Tengah yang diwakili Sekretaris Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kalimantan Tengah, Yosias.
Dalam sambutannya, Yosias berharap Rakernas KSBN dapat menjadi wadah evaluasi sekaligus penyusunan program kerja yang mampu diimplementasikan secara nyata untuk memperkuat dan melestarikan seni budaya Nusantara.
Menurutnya, kolaborasi antardaerah dan pemangku kepentingan sangat penting untuk memastikan warisan budaya bangsa tetap lestari dan mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan jati dirinya.
“Rakernas ini diharapkan menghasilkan program-program yang dapat diimplementasikan untuk kemajuan seni dan budaya Nusantara, sehingga tidak tergerus oleh pengaruh budaya asing yang semakin kuat,” katanya.
Melalui Rakernas tersebut, KSBN menegaskan komitmennya untuk terus mendorong pelestarian, pengembangan, dan promosi seni budaya Indonesia sebagai bagian penting dalam memperkuat identitas dan ketahanan bangsa. (ryt)












