Berita

Tiga Ruang Belajar SDN 1 Lamunti, Dilalap Jago Merah

×

Tiga Ruang Belajar SDN 1 Lamunti, Dilalap Jago Merah

Share this article
Tiga Ruang Belajar SDN 1 Lamunti, Dilalap Jago Merah

Kapuas, pojokindonesia.com — Pemerintah Kabupaten Kapuas menunjukkan respons cepat pascakebakaran yang melanda SDN 1 Lamunti, Kecamatan Mantangai. Wakil Bupati Kapuas Dodo bersama Kepala Dinas Pendidikan Kapuas Suwarno Muriyat langsung meninjau lokasi untuk memastikan penanganan serta kelangsungan kegiatan belajar mengajar.

Peristiwa kebakaran terjadi sekitar pukul 16.00 WIB dan menghanguskan satu lokal bangunan yang terdiri dari tiga ruang kelas. Dugaan sementara, kebakaran dipicu arus pendek listrik. Api berhasil dipadamkan sebelum meluas berkat bantuan warga setempat.

Meski terdampak, proses belajar mengajar tetap berjalan. Sekolah masih memiliki lima ruang kelas yang dapat digunakan sementara. Sebanyak 96 siswa yang terdampak tetap dapat mengikuti kegiatan belajar seperti biasa.

Kepala Dinas Pendidikan Kapuas Suwarno Muriyat mengatakan pihaknya segera mengambil langkah darurat, termasuk menyalurkan bantuan uang tunai serta memastikan aktivitas belajar tetap berlangsung.

“Penanganan darurat menjadi prioritas agar siswa tetap bisa belajar dengan nyaman, mengingat siswa kelas VI akan segera menghadapi ujian,” ujarnya.

Selain itu, Disdik Kapuas juga menyiapkan bantuan lanjutan berupa sarana prasarana yang akan disalurkan pada akhir bulan ini. Bantuan tersebut meliputi 60 set meja dan kursi siswa, tiga meja dan kursi guru, tiga lemari, tiga papan tulis, serta satu unit laptop.

Sementara itu, Wakil Bupati Kapuas Dodo menyampaikan keprihatinannya atas musibah tersebut dan menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam menjamin kelangsungan pendidikan.

“Pemerintah daerah hadir dan bergerak cepat agar proses belajar mengajar tetap berjalan. Kami tidak ingin anak-anak kehilangan hak pendidikan hanya karena keterbatasan sarana,” tegasnya.

Ia juga memberikan motivasi kepada siswa dan tenaga pengajar agar tetap semangat menjalani kegiatan belajar mengajar.

“Musibah ini jangan mematahkan semangat belajar. Jadikan sebagai pemicu untuk bangkit dan terus berprestasi,” tambahnya.

Pasca kejadian tersebut, SDN 1 Lamunti juga masuk dalam Program Revitalisasi Pendidikan Tahun 2026 untuk perbaikan sarana dan prasarana sekolah.

Di akhir kesempatan, Suwarno Muriyat mengapresiasi peran camat dan masyarakat setempat yang sigap membantu memadamkan api sehingga kerusakan tidak semakin meluas. uhkps

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita

BPK Temukan 10 Kasus, Berikan 25 Rekomendasi untuk…