Kapuas, pojokindonesia.com — Pemerintah Kabupaten Kapuas menggelar rapat pemantapan kesiapan dalam rangka memperingati Hari Jadi Kapuas ke-220 dan Hari Jadi Pemerintah Kabupaten Kapuas ke-75 Tahun 2026. Rapat berlangsung di Aula Rumah Jabatan Bupati Kapuas, Jumat (3/4/2026).
Kegiatan ini dipimpin oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Disbudpora) Kabupaten Kapuas, Budi Kurniawan, bersama Asisten III Sekretariat Daerah (Sekda) Kapuas, Fery Noah. Rapat dihadiri sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD), Kepala Bagian Umum Setda Kapuas, koordinator damang, lurah, serta perwakilan OPD terkait.
Budi Kurniawan selaku ketua panitia pelaksana menyampaikan bahwa rangkaian peringatan tahun ini dirancang sebagai upaya memperkuat identitas daerah melalui kegiatan yang memiliki nilai kebanggaan bagi masyarakat.
“Peringatan Hari Jadi Kapuas dan Hari Jadi Pemkab Kapuas tahun ini diharapkan menjadi branding agar setiap tahun memiliki makna dan menjadi kebanggaan masyarakat,” ujarnya.

Ia menjelaskan, rangkaian kegiatan telah dimulai sejak 6 April dan akan mencapai puncaknya pada 11 April 2026. Selain itu, panitia juga menyiapkan kegiatan bernuansa religius berupa tabligh akbar yang rencananya menghadirkan Ustaz Das’ad Latif pada 19 April 2026 di halaman Masjid Agung Al Mukarram, Jalan Tambun Bungai.
Menurut Budi, peringatan tahun ini melibatkan seluruh unsur, mulai dari OPD, kedamangan, pihak perbankan, hingga masyarakat luas. Berbagai kegiatan akan digelar, seperti pertunjukan seni dan budaya, lomba tradisional balogo dan bagasing, Kapuas Expo 2026, pesta rakyat, hingga pemilihan PAPPIPAR.
“Pada puncak acara nanti juga akan ditampilkan band lokal serta penampilan grup band Batas Senja dan artis Fabio Asher,” tambahnya.
Sementara itu, Asisten III Setda Kapuas, Fery Noah, mengatakan peringatan tahun ini dikemas lebih lengkap dibanding tahun-tahun sebelumnya dengan mengedepankan kearifan lokal.
Ia juga menyebutkan, kegiatan akan menampilkan temuan situs purbakala sebagai bagian dari warisan budaya daerah, baik yang sudah lama maupun yang baru ditemukan.
“Peringatan tahun ini kemungkinan besar akan dihadiri Menteri Pariwisata dan Menteri Kebudayaan Kabinet Merah Putih. Keduanya telah dikonfirmasi dan bersedia hadir,” kata Fery.












