Jangan Bingung Mencari Panutan
Banjarmasin, pojokindonesia.com
Di masa ini, orang banyak yang bingung, siapa gerangan yang bisa atau layak menjadi panutan, suri teladan.
Ustadz Rasyid Ridho SH MH mengatakan hal itu dalam tausiyahnya kepada jamaah pada Peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad saw di Masjid Baiturrahim, Jalan Jenderal Ahmad Yani km 3,7 Banjarmasin, Jumat (4/9/2026) malam.
Menurut Ridho, tak usah bingung, terlebih bagi kaum muslimin. Allah sudah memberi petunjuk dalam firman-Nya yang tercatat dalam al-Quran.
“Nabi Muhammad saw itulah sejatinya yang menjadi panutan, karena beliau sebagaimana al-Quran sebut, adalah suri teladan terbaik (uswatun hasanah),” ujarnya.
Alumni Tarim ini menjelaskan, apa yang tidak ada dalam diri Rasulullah saw? Beliau orang terpercaya di kalangan warga kota Makkah, hingga mendapat gelar al-Amin, orang yang dipercaya. Itu sebelum beliau menjadi rasul. Terlebih lagi ketika sudah menjadi nabi dan rasul.
“Sebagai seorang utusan Allah (rasul), sidik, amanah, tabligh, dan cerdas (fathonah). Keempat sifat ini beliau miliki,” sebut Ridho.
Dalam aplikasi kehidupannya, Nabi Muhammad saw terkenal sangat dermawan, pemurah, pemaaf, penuh kasih sayang, dan sifat-sifat terpuji dan mulia lainnya, baik terhadap keluarga maupun kepada para sahabat beliau, dan kepada siapapun.
“Jadi, siapa saja yang menginginkan kebahagiaan di dunia dan akhirat, ikuti beliau, turuti ajaran-ajaran beliau, akhlaq beliau,” ucapnya menekankan.
Bahkan, lanjut ustadz muda ini, di akhirat nantipun, di saat huru-hara mencekam di Padang Mahsyar, hampir semua manusia dalam kecemasan, sibuk mencari pertolongan (syafaat), namun ternyata, tiada yang lain, syafaat itu ada pada Rasulullah saw.
Dia lantas mengutip Hadits, Rasulullah saw bersabda, “Kalian jangan cemas di akhirat nanti, temui aku di salah satu dari tiga tempat ini: mizan, haudh, dan shirat.”
Dari ketiga tempat itulah, sambungnya, Rasulullah saw memberi syafaat kepada umatnya dengan seizin Allah swt.
Peringatan maulid tersebut diawali dengan pembacaan riwayat dan syair-syair maulid al-Habsyi dan ayat-ayat suci al-Quranul Karim. (kha)












