Kuala Kapuas, pojokindonesia.com – Dilansir dar Pos Komando Penanganan Darurat Bencana Kekeringan dan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Kabupaten Kapuas merilis data perkembangan penanganan bencana per Rabu, 23 September 2026. Sepanjang periode 1 Januari hingga 23 September 2026, tercatat 27.265 titik panas (hotspot) di wilayah Kabupaten Kapuas, dengan luas areal terbakar mencapai 2.683,02 hektare.
Dalam periode yang sama, tercatat 309 kejadian Karhutla, dan tidak ada korban jiwa maupun korban terdampak yang dilaporkan. Sebanyak 269 personel dikerahkan untuk penanganan darurat, serta dilakukan 89 kali pengecekan terhadap titik rawan kebakaran.
Sebaran Titik Panas per Kecamatan
Kecamatan dengan jumlah titik panas tertinggi adalah Dadahup sebanyak 1.546 titik, diikuti Mantangai 1.461 titik, Pasak Talawang 2.587 titik, dan Timpah 2.587 titik. Kecamatan lain yang juga terpantau memiliki potensi kebakaran antara lain Kapuas Murung, Kapuas Tengah, Kapuas Hulu, Bataguh, dan lainnya.
Pada bulan September 2026 saja tercatat 11.881 titik panas, angka yang meningkat tajam dibandingkan bulan-bulan sebelumnya. Hal ini menunjukkan peningkatan risiko kebakaran seiring dengan musim kemarau yang berlangsung.
Upaya Penanganan yang Telah Dilakukan
Pemerintah Kabupaten Kapuas melalui Pusdalops telah mengambil langkah-langkah penanganan, antara lain:
– Menetapkan status tanggap darurat kekeringan dan Karhutla
– Melakukan pemantauan harian serta koordinasi lintas instansi
– Menyebarkan personel gabungan untuk patroli dan pemadaman
– Melakukan sosialisasi pencegahan ke masyarakat
– Mengaktifkan posko pengaduan dan layanan laporan melalui Call Center: 0812-55635310 / 0897-8391-386 serta email: pusdalops.pb.bbdkps@gmail.com
Pemerintah daerah mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk turut serta mencegah kebakaran hutan dan lahan, tidak membakar lahan secara sembarangan, dan segera melaporkan jika melihat tanda-tanda kebakaran agar dapat ditangani lebih cepat.uhkps












