Kapuas, pojokindonesia.com — Pemerintah Kabupaten Kapuas melalui Dinas Kesehatan menginformasikan perkembangan kasus penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dampak kabut asap kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), per Rabu (23/09/2026). Kualitas udara di wilayah Kabupaten Kapuas sempat mencatatkan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) mencapai angka 742, masuk dalam kategori berbahaya, dengan parameter dominan partikel PM10.
Merespons kondisi darurat ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas resmi meluncurkan Portal Pemantauan ISPA Kapuas sebagai sarana pemantauan kualitas udara sekaligus informasi layanan penanganan kesehatan bagi masyarakat secara terintegrasi.
📊 Data & Penanganan Kesehatan
Berdasarkan data Dinas Kesehatan, jumlah penderita ISPA terus meningkat seiring memburuknya kualitas udara. RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas telah menyiagakan layanan kesehatan secara penuh untuk menampung dan menangani lonjakan pasien:
– IGD beroperasi 24 jam menerima pasien dengan gejala batuk, pilek, sesak napas, maupun gangguan pernapasan lainnya, termasuk rujukan dari jaringan puskesmas;
– Pelayanan diprioritaskan bagi kelompok rentan: balita, anak-anak, lansia, ibu hamil, serta penderita penyakit paru dan jantung kronis;
– Ketersediaan oksigen, perawatan rawat inap, serta pemantauan ketat terhadap kondisi pasien terus diperkuat.
Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas mengimbau seluruh warga untuk melindungi diri dengan langkah berikut:
– Gunakan masker standar setiap kali beraktivitas di luar ruangan;
– Kurangi aktivitas di luar rumah, terutama bagi anak-anak, lansia, dan penderita gangguan pernapasan;
– Segera periksa ke fasilitas kesehatan terdekat — puskesmas maupun RSUD — jika mengalami batuk berkepanjangan, pilek, atau sesak napas;
– Perbanyak istirahat, minum air putih, dan konsumsi makanan bergizi untuk menjaga daya tahan tubuh.
Pemerintah Kabupaten Kapuas melalui Dinas Kesehatan terus memantau perkembangan kualitas udara serta memperkuat koordinasi lintas fasilitas kesehatan guna memastikan penanganan medis berjalan cepat, tepat, dan merata bagi seluruh masyarakat.
Pemerintah Kabupaten Kapuas beserta jajaran juga menghimbau kepada masyarakat agar tidak melakukan pembakaran baik menggunakan api kecil atau selebihnya yang dapat bertambahnya kabut asap karena puncak kemarau diperperkirakan masih berlangsung sebulan kedepan.uhkps












