Jakarta,pojokindonesia.com – Laga pertandingan pekan ketiga Pegadaian Championship 2026/27 antara Kendal Tornado FC melawan Barito Putera akan berlangsung tanpa kehadiran penonton di Stadion Sriwedari, Solo, Sabtu (26/9) sore.
Ketidak hadiran penonton di karena pertandingan yang di gelar di Stadion Sriwedari merupakan salah satu situs cagar budaya, sehingga penyelenggaraan pertandingan harus menyesuaikan dengan ketentuan yang berlaku di lokasi tersebut.
Pelatih Kendal Tornado FC, Stefan Keeltjes,kondisi pertandingan tanpa penonton meskipun di kandang sendiri itu tidak dianggap sebagai persoalan besar,meski kehilangan dukungan langsung dari suporter.
Menurut pelatih asal Surabaya tersebut mengakui sudah memiliki pengalaman menghadapi pertandingan tanpa penonton pada musim sebelumnya.
Pengalaman tersebut membuat Stefan Keeltjes dan para pemainnya tidak perlu melakukan penyesuaian besar ketika harus tampil dalam suasana stadion yang lebih sepi.
Tim Kendal Tornado FC tidak mempermasalahkan laga home tanpa penonton saat menghadapi PS Barito Putera pada laga pekan ketiga Pegadaian Championship 2026/27 di Stadion Sriwedari, Solo, Sabtu (26/9) sore. Memang, pertandingan tersebut dipastikan berlangsung tanpa kehadiran penonton.
“Kalau tanpa penonton, menurut saya tidak terlalu masalah. Musim lalu kami juga sudah pernah bermain dalam situasi seperti ini, jadi saya sudah cukup terbiasa,” kata Stefan Keeltjes,seperti dikutip ileague.
Atmosfer pertandingan menurut Stefan,memang menjadi berbeda ketika tidak ada suporter di tribun. Namun, situasi tersebut tidak boleh mengganggu konsentrasi pemain yang harus tetap menjalankan rencana permainan yang telah disiapkan.
Keadaan anak asuhnya Stefan meminta untuk tidak menjadikan absennya penonton sebagai alasan dan tetap menjaga fokus sejak pertandingan dimulai.
Stefan menilai kehadiran atau ketidakhadiran penonton tidak mengubah tuntutan bagi timnya untuk tampil disiplin dan menjalankan strategi dengan baik,apalagi, Barito Putera datang sebagai lawan yang harus diantisipasi.
“Kami tetap harus fokus ke pertandingan. Yang penting bagaimana kami menjalankan strategi dan memberikan yang terbaik di lapangan,” ujarnya.
Pertandingan melawan Barito Putera sekaligus menjadi ujian awal Kendal Tornado FC di kandang pada musim 2026/27. Baginya, tim Laskar Antasari dinilai masih memiliki sejumlah karakteristik yang sama dengan musim-musim sebelumnya.
Menurutnya kehadiran pelatih Hendri Susilo disebut membuat tim lebih mengedepankan permainan bertahan yang kompak dan mengandalkan serangan balik.
“Saya pikir Barito tetap diisi dengan muka-muka lama, terus dengan gaya main yang sama. Memang adanya Coach Hendri Susilo, mereka lebih mengedepankan compact defense lalu melakukan counter attack,” ujarnya.
Sejumlah pemain Barito Putera juga menjadi perhatian, terutama pemain yang dinilai mampu memberikan perbedaan dalam pertandingan. Nama Renan Alves dan Bayu Pradana disebut sebagai pemain yang tetap perlu diwaspadai.
“Tapi saya lihat di sana ada pemain-pemain yang biasa menjadi pembeda di pertandingan seperti Renan Alves, dia punya Bayu Pradana. Itu juga yang buat kami bahwa Barito Putera masih berbahaya sama seperti musim-musim sebelumnya,” pungkasnya.(ileague/*)












