KUALA KAPUAS, pojokindonesia.com — Satgas Posko Induk Penanganan Darurat Bencana Kekeringan dan Karhutla Kabupaten Kapuas melaporkan perkembangan penanganan bencana per Sabtu, 10 Oktober 2026. Sebanyak 9 titik kebakaran ditangani di berbagai kecamatan, sementara jumlah titik panas harian tercatat 109 titik. Secara kumulatif sejak awal tahun, total titik panas telah menembus 38.184 titik dengan luas lahan terbakar mencapai 4.011,26 hektare.
Mantangai dan Dadahup Tetap Menjadi Daerah Tertinggi
Berdasarkan data per 10 Oktober 2026, Kecamatan Mantangai mencatat 77 titik panas, diikuti Dadahup 6 titik, Tamban Catur 9 titik, Bataguh 4 titik, Timpah 6 titik, serta Basarang 7 titik. Peringatan dini kekeringan meteorologis untuk dasarian pertama Oktober masih menempatkan Kabupaten Kapuas dalam kategori yang perlu diwaspadai.
9 Operasi Pemadaman Berjalan Seharian
Tim gabungan yang terdiri dari personel TNI, Polri, Brimob, BPBD, Manggala Agni, Damkar, Masyarakat Peduli Api (MPA), relawan, dan instansi terkait bekerja siang hingga malam menekan api di berbagai lokasi.
🔄 Lanjutan Jumat, 9 Oktober 2026:
– Di Desa Mantangai Hilir, Kecamatan Mantangai, kebakaran seluas sekitar 1,5 hektare berhasil dipadamkan setelah operasi berlangsung pukul 08.21–20.25 WIB. 31 personel terlibat, kondisi kini api padam namun masih berasap.
– Di Desa Lamunti, Kecamatan Mantangai, lahan sekitar 1 hektare juga berhasil dipadamkan dalam operasi yang berjalan bersamaan, dengan kondisi api padam berasap.
Sabtu, 10 Oktober 2026:
– Di Desa Tambun Raya, Kecamatan Basarang, kebakaran sekitar 1 hektare berhasil dipadamkan pukul 10.25–14.57 WIB. Kendala utama: sumber air minim.
– Di Desa Masaha, Kecamatan Mandau Talawang (wilayah Kapuas Hulu), kebakaran sekitar 2 hektare berhasil dipadamkan pukul 14.20–17.22 WIB. Dipimpin langsung Wakapolres Kapuas bersama tim Kecamatan Kapuas Hulu, Polsek, Koramil, Damkar, MPA, dan warga. Kendala: sumber air jauh dari lokasi.
– Di Handel Perwira dan Handel Sederhana, Desa Anjir Serapat Barat, Kecamatan Kapuas Timur, kebakaran sekitar 2 hektare berhasil dipadamkan pukul 10.40–18.00 WIB. Puluhan personel dari berbagai unsur terlibat, kondisi api padam berasap.
– Di Jalan Lintas Trans Dadahup, Desa Dadahup, Kecamatan Dadahup, kebakaran sekitar 2,5 hektare berhasil dipadamkan pukul 17.35–19.50 WIB. Kendala: angin kencang dan kendala teknis. Kondisi api padam berasap.
– Di Jalan Sekunder Utara, Desa Tamban Baru Tengah, Kecamatan Tamban Catur, kebakaran luas sekitar 20 hektare berhasil dipadamkan pukul 10.40–13.00 WIB. Kendala: sumber air jauh dari titik api. Kondisi api padam berasap.
– Di Dusun Tuanan, Desa Tumbang Mangkutup, Kecamatan Mantangai, kebakaran di area seluas sekitar 75 hektare baru dapat dipadamkan sekitar 1 hektare pukul 07.00–16.00 WIB. Lokasi hanya dapat dijangkau dengan berjalan kaki ±1,5 km, sumber air terbatas. Api belum sepenuhnya padam, beberapa titik masih berasap. Tim juga menggunakan drone untuk pemantauan.
– Di Desa Basarang Jaya, Kecamatan Basarang, kebakaran sekitar 10 hektare baru dapat dipadamkan sekitar 1 hektare pukul 08.30–16.00 WIB. Kebakaran tersebar di beberapa titik dan angin cukup kencang. Tim melakukan pembasahan serta pengamanan area sekitar SMAN 1 Basarang. Api belum sepenuhnya padam.
– Di Desa Kalumpang, Kecamatan Mantangai, dilakukan pemantauan darat pukul 12.30–16.00 WIB. Lokasi sulit dijangkau, air kanal surut, jarak pandang terbatas akibat kabut asap. Api belum padam, masih terlihat kepulan asap.
Patroli & Sosialisasi Tetap Berjalan di Seluruh Kecamatan
Posko Induk terus menjalankan piket 24 jam dan patroli gabungan ke wilayah rawan, termasuk peninjauan lokasi di Desa Tamban Baru Tengah dan Desa Tambun Raya, Kecamatan Basarang. Posko lapangan di seluruh kecamatan rutin melaksanakan apel pagi dan malam, patroli rutin. uhkps












