Kab Kapuas

Laporan Harian Posko Induk: Karhutla di Kapuas, 17 Oktober 2026 — Mantangai Paling Tinggi Titik Panas, Tim Gabungan Padamkan Api di 14 Titik

×

Laporan Harian Posko Induk: Karhutla di Kapuas, 17 Oktober 2026 — Mantangai Paling Tinggi Titik Panas, Tim Gabungan Padamkan Api di 14 Titik

Share this article
Laporan Harian Posko Induk: Karhutla di Kapuas, 17 Oktober 2026 — Mantangai Paling Tinggi Titik Panas, Tim Gabungan Padamkan Api di 14 Titik

KUALA KAPUAS, pojokindonesia.com — Pos Komando Penanganan Darurat Bencana Kekeringan dan Kebakaran Hutan dan Lahan Kabupaten Kapuas merilis laporan harian kegiatan penanganan bencana pada Sabtu, 17 Oktober 2026. Sejak awal tahun hingga 17 Oktober 2026, tercatat sebanyak 485 kejadian Karhutla dengan total luasan lahan terbakar mencapai 4.358,96 hektare, dari 42.993 titik panas yang terdeteksi di seluruh Kabupaten Kapuas.

Mantangai menjadi wilayah dengan jumlah titik panas tertinggi, mencapai 26.071 titik atau lebih dari separuh total, diikuti Timpah (4.509 titik), Kapuas Tengah (4.440 titik), dan Dadahup (1.967 titik). Sepanjang hari ini, tim gabungan melaksanakan 535 kali operasi pemadaman darat dan melakukan pengecekan terhadap 89 titik panas/kebakaran.

Pada Sabtu ini, tim gabungan yang terdiri dari personel TNI, POLRI, Brimob, BPBD, Dinas Damkar, Manggala Agni, serta relawan dan masyarakat, berjuang memadamkan api di belasan titik kebakaran:

– Desa Pulau Telo Baru, Kecamatan Selat — Api berhasil dipadamkan pada pukul 16.04 WIB. Luas terbakar sekitar 5 hektare. Kendala: sumber air sulit dijangkau.
​
– Desa Tambun Raya, Kecamatan Basarang — Dua titik kebakaran berhasil dipadamkan, masing-masing sekitar 5 hektare dan 2 hektare. Sumber air berada cukup jauh dari titik api.
​
– Desa Basarang Km.1, Kecamatan Basarang — Kebakaran seluas sekitar 4 hektare berhasil dikuasai hingga padam.
​
– Desa Maju Bersama, Kecamatan Kapuas Barat — Salah satu titik terluas hari ini, sekitar 11 hektare. Dua tim gabungan bekerja secara bersamaan sejak pukul 11.55 WIB hingga api padam. Sumber air jauh menjadi kendala utama.
​
– Desa Mampai, Kecamatan Kapuas Murung — Kebakaran seluas ±5 hektare berhasil dipadamkan pukul 13.25 WIB. Angin yang berubah-ubah arah dan jarak sumber air menjadi tantangan di lapangan.
​
– Desa Muara Dadahup, Kecamatan Kapuas Murung — Api seluas ±2 hektare berhasil diredam oleh tim posko lapangan.
​
– Desa Anjir Kalampan, Kecamatan Kapuas Barat — Dua sesi pemadaman dilakukan. Sebagian api belum sepenuhnya padam dan masih terpantau asap.
​
– Desa Bentuk Jaya A5, Kecamatan Dadahup — Kebakaran seluas ±0,5 hektare berhasil dipadamkan. Kendala: sumber air jauh dan kerusakan sejumlah selang pemadam.
​
– Desa Tumbang Mangkutup, Kecamatan Mantangai — Luas terbakar mencapai ±75 hektare, baru sekitar 1 hektare berhasil dipadamkan. Lokasi sulit dijangkau, harus berjalan kaki ±1,5 km. Sebagian personel mengalami iritasi dan gangguan pernapasan akibat paparan kabut asap. Api belum sepenuhnya padam.
​
– Desa Lungkuh Layang, Kecamatan Timpah — Kebakaran seluas ±0,4 hektare berhasil dipadamkan. Kendala: tidak ada sumber air di sekitar lokasi.

Selain pemadaman, tim juga melaksanakan patroli rutin dan sosialisasi pencegahan kebakaran di berbagai kecamatan, termasuk Mantangai dan Dadahup. Peringatan dini kekeringan meteorologis untuk dasarian II Oktober menempatkan Kabupaten Kapuas dalam kategori “Awas”, yang berarti kondisi kering masih berpotensi memperparah kebakaran.

Kepala BPBD Kabupaten Kapuas sekaligus Komandan Pelaksana Harian Posko Darurat, Pangeran S. Pandiangan, S.Hut., MM., mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan sekecil apa pun. “Kondisi cuaca yang masih kering dan berangin mempermudah api meluas dengan cepat. Mari jaga lingkungan kita bersama, tidak membakar lahan, dan segera laporkan jika melihat titik api,” ujarnya. Masyarakat juga dihimbau untuk tetap bijak menggunakan air bersih dan menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah guna melindungi kesehatan dari dampak kabut asap.uhkps

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *