Pemko Banjarmasin Integrasikan AI untuk Tingkatkan Kualitas Laporan Kinerja 2026
Banjarmasin, pojokindonesia.com –
Pemerintah Kota Banjarmasin mengintegrasikan teknologi Artificial Intelligence (AI) dalam penyusunan Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) tahun 2026.
Sekretaris Daerah Kota Banjarmasin, Ichrom Muftezar, menegaskan bahwa AI berfungsi sebagai alat bantu analisis dan verifikasi, bukan pengganti pengambilan keputusan oleh pejabat berwenang.
Pernyataan tersebut dia sampaikan saat membuka Workshop Penyusunan Laporan Kinerja di Hotel Nasa, Senin (02/11/2026).
Ia menekankan bahwa teknologi ini bertujuan mempercepat proses penyusunan dokumen tanpa mengurangi tanggung jawab masing-masing perangkat daerah.
“Kita ingin AI digunakan sebagai asisten atau pembantu, bukan sebagai pengambil keputusan. Harapan kami, nilai LAKIP Pemko Banjarmasin terus meningkat berkat dukungan teknologi ini,” ujar Ichrom.
Kepala Bagian Organisasi Setdako Banjarmasin, Mouna Rahmawati, menjelaskan mekanisme teknis integrasi AI melalui aplikasi lokal “Kayuh Baimbai”. Seluruh perangkat daerah akan menginput data kinerja ke dalam aplikasi tersebut, lalu sistem akan memverifikasi dokumen dan memberikan rekomendasi perbaikan secara otomatis.
“Semua laporan masuk ke aplikasi Kayuh Baimbai, kemudian diverifikasi oleh AI. Hasilnya berupa rekomendasi yang menjadi acuan satuan kerja perangkat daerah (SKPD) untuk memperbaiki kedalaman analisis dan kesesuaian dengan pedoman,” jelas Mouna.
Mouna menyoroti bahwa evaluasi sebelumnya menunjukkan masih adanya kelemahan dalam kualitas informasi, kedalaman analisis kendala, serta ketepatan waktu pelaporan.
Workshop yang menghadirkan narasumber dari Biro Organisasi Provinsi Kalsel ini bertujuan menyamakan pemahaman dan memperkuat kapasitas staf administrasi dari 32 perangkat daerah.
Melalui langkah inovatif ini, Pemko Banjarmasin berkomitmen mewujudkan tata kelola pemerintahan yang lebih efektif, transparans, dan akuntabel. Integrasi AI diharapkan mampu menghasilkan laporan kinerja yang tidak hanya administratif, tetapi juga menggambarkan dampak nyata program pemerintah bagi masyarakat. (mcb/kha)












