PENAJAM, pojokindonesia.com – Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mengingatkan para petani cabai untuk meningkatkan kewaspadaan menghadapi potensi serangan hama akibat cuaca ekstrem yang melanda wilayah setempat dalam beberapa pekan terakhir.
Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Distan PPU, Gunawan, menjelaskan bahwa perubahan cuaca yang tidak menentu—dengan intensitas hujan dan panas yang tinggi—menjadi kondisi ideal bagi perkembangan berbagai jenis hama tanaman.
“Cuaca saat ini tergolong ekstrem karena hujan dan panasnya berlebihan. Kondisi ini sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan cabai dan bisa memicu serangan hama,” kata dia, Rabu (21/5/2025).
Gunawan menyebut, beberapa hama yang perlu diwaspadai antara lain penggerek buah dan kutu daun. Kedua jenis hama ini dapat merusak buah cabai, dan luka pada buah sering kali menjadi pintu masuk bagi patogen seperti jamur yang mempercepat pembusukan.
“Kalau tidak dikendalikan sejak awal, cabai bisa cepat busuk akibat gigitan hama dan infeksi jamur,” jelasnya.
Sebagai langkah antisipasi, Distan PPU mengimbau petani untuk rutin memantau kondisi cuaca dan menerapkan pola pemupukan yang seimbang. Gunawan juga mengingatkan agar penggunaan pupuk nitrogen tidak berlebihan karena dapat mempercepat pertumbuhan daun yang justru menarik hama.
“Petani sebaiknya rajin memantau peringatan dini dari BMKG dan menghindari pemakaian pupuk nitrogen berlebih. Tapi secara umum, petani kita sudah cukup berpengalaman menghadapi situasi seperti ini,” katanya.
Distan PPU berharap upaya antisipatif ini dapat membantu menjaga produktivitas cabai di tengah cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi dalam waktu dekat. (RAH/ADV)












