PENAJAM, pojokindonesia.com – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menginisiasi Lomba Bertutur tingkat Sekolah Dasar (SD) sebagai langkah konkret untuk melestarikan cerita rakyat Kalimantan Timur (Kaltim) sekaligus memperkuat budaya literasi di kalangan pelajar.
Kepala Dispusip PPU, Muhammad Yusuf Basrah, mengatakan kegiatan tersebut akan dilaksanakan usai masa libur sekolah, yakni pada Juli 2025, dan terbuka bagi siswa kelas 4 dan 5 dari seluruh kecamatan di wilayah PPU.
“Lomba ini bukan semata ajang unjuk kemampuan, tapi bagian dari strategi pelestarian budaya lokal sekaligus memperkuat literasi generasi muda,” kata Yusuf di Penajam, Selasa (31/05/2025).
Ia menyebutkan bahwa cerita rakyat Kaltim yang dibawakan oleh para peserta akan menjadi fokus utama penilaian, termasuk bagaimana peserta mengekspresikan isi cerita, penguasaan materi, hingga kedisiplinan terhadap durasi waktu yang telah ditetapkan.
“Kami ingin anak-anak tidak hanya membaca, tetapi juga memahami dan menyampaikan nilai-nilai lokal kepada orang lain,” ujarnya.
Masing-masing kecamatan akan mengirimkan tiga peserta, sedangkan Kecamatan Penajam mendapat enam kuota karena jumlah sekolah yang lebih banyak dibanding kecamatan lain.
Dispusip menyiapkan hadiah pembinaan berupa uang tunai, dengan total puluhan juta rupiah. Juara pertama akan memperoleh Rp2,5 juta, disusul juara lainnya dan tiga peserta favorit.
Penjurian dilakukan secara independen dengan melibatkan guru SMP dan pustakawan, guna memastikan objektivitas dalam proses penilaian.
“Kami tidak melibatkan guru SD sebagai juri agar menghindari potensi konflik kepentingan,” jelas Yusuf.
Rencananya, lomba akan digelar di Gedung Pusat Musik Kreatif (PMK) Penajam, namun lokasi bisa disesuaikan jika terjadi perubahan teknis.
“Koordinasi dengan K3S di masing-masing kecamatan sudah berjalan, termasuk kesiapan peserta dan teknis pelaksanaan. Saat ini kami fokus pada tahap akhir persiapan,” pungkasnya. (ADV)












