Uncategorized

Dua Dekade Terabaikan, Sungai Pekapuran Kembali Dikeruk untuk Atasi Banjir

×

Dua Dekade Terabaikan, Sungai Pekapuran Kembali Dikeruk untuk Atasi Banjir

Share this article
Dua Dekade Terabaikan, Sungai Pekapuran Kembali Dikeruk untuk Atasi Banjir

Dua Dekade Terabaikan, Sungai Pekapuran Banjarmasin Kembali Dikeruk untuk Atasi Banjir

Banjarmasin, pojokindonesia.com –

Setelah sekitar dua dekade tidak tersentuh pengerukan, Sungai Pekapuran (Sungai Guring) di Kota Banjarmasin kembali ditangani secara masif. Pemerintah Kota Banjarmasin bersama Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan III memulai pengerukan pada Agustus 2026 guna mengembalikan kapasitas aliran sungai dan memperkuat sistem pengendalian banjir.

Pengerukan menggunakan excavator amfibi yang mampu menjangkau endapan di alur sungai yang sulit diakses peralatan konvensional. Penanganan ini mencakup kawasan Pekapuran Raya hingga Sungai Baru, menyusul langkah awal Pemko Banjarmasin berupa pembersihan sungai dan pembongkaran bangunan liar di atas badan sungai.

Kepala BWS Kalimantan III Dr. Sandi Erryanto, S.T., M.T. menyatakan bahwa monitoring dan evaluasi lapangan dilakukan secara rutin untuk memastikan pekerjaan sesuai perencanaan serta mengidentifikasi kendala teknis. Ia menekankan bahwa pengendalian banjir tidak hanya bergantung pada infrastruktur baru, tetapi juga pemeliharaan berkelanjutan.

“Monitoring ini kami lakukan untuk melihat langsung perkembangan pekerjaan, kondisi fisik, kualitas, serta kendala yang perlu segera ditindaklanjuti,” ujar Sandi saat memantau lokasi pengerukan.

Wali Kota Banjarmasin HM Yamin HR menegaskan pentingnya kolaborasi lintas kewenangan dalam penanganan sungai. Menurutnya, dukungan pemerintah pusat melalui BWS Kalimantan III sangat vital agar penanganan berjalan terintegrasi dan tidak parsial.

“Penanganan sungai tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri. Pemko melakukan kewenangannya, sementara dukungan pusat memastikan penanganan lebih menyeluruh,” kata Yamin.

Sungai Pekapuran merupakan bagian kritis dari sistem tata air Banjarmasin. Pendangkalan dan penyempitan alur selama bertahun-tahun telah mengurangi kapasitasnya dalam mengalirkan air. Pengerukan kali ini diharapkan menjadi momentum pemulihan fungsi sungai sebagai ruang hidup masyarakat sekaligus penyangga utama pengendalian banjir di kota seribu sungai ini. (nov/kha)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

FLOQ dan ASTER Tandatangani MoU di Indonesia Blockchain Week 2026 Perluas Akses Web3 di Indonesia
Press Release

Jakarta, 28 Agustus 2026 — Platform perdagangan aset kripto, FLOQ dan ASTER menjalin kolaborasi strategis untuk memperluas akses pengguna Indonesia terhadap produk dan ekosistem Web3. Kerja sama yang sedang dikembangkan mencakup eksplorasi program referral, aktivasi komunitas, perluasan dukungan jaringan ASTER, serta mengeksplorasi model integrasi yang sesuai dengan lanskap aset digital…