Banjarbaru – Dunia otomotif Kalimantan Selatan kembali bergairah dengan digelarnya ajang Speed Week Kalimantan Drag Series 2025 yang diprakarsai oleh Harmadji Racing Team (HRT). Bertempat di Sirkuit Non Permanen kawasan Kantor Gubernur Kalimantan Selatan, Banjarbaru, even ini berlangsung pada 10-11 Mei 2025 dan 12 Mei 2025 menghadirkan atmosfer kompetisi yang panas dan penuh semangat dari para pecinta kecepatan.
Ketua Pelaksana Speed Week, Adhi Dharma Prasetyo ST MT menyebut bahwa ajang ini bukan sekadar hiburan, tapi juga bentuk dukungan terhadap perkembangan balap drag di tanah Borneo.
“Kami ingin memberikan tempat yang layak bagi para pembalap muda untuk berlomba secara profesional dan mendukung bengkel-bengkel lokal,” ujarnya.
Dikenal dengan sapaan Tiyo, ia menambahkan bahwa hingga hari Jumat, tercatat lebih dari 450 peserta telah mendaftar, terdiri dari pembalap drag race mobil dan sepeda motor. Jumlah ini diperkirakan masih akan bertambah hingga hari pelaksanaan.
Tidak hanya ditujukan untuk kalangan muda, even ini juga terbuka bagi pembalap senior yang masih memiliki semangat tinggi di lintasan lurus. “Ini wadah untuk semua penggemar balap, dari berbagai usia dan latar belakang,” tambah Tiyo.
Ajang ini juga diharapkan mampu memberikan efek domino bagi sektor ekonomi lokal, terutama bagi bengkel modifikasi, penyedia sparepart, hingga UMKM kuliner yang berpartisipasi selama acara berlangsung.
Ketua Ikatan Motor Indonesia (IMI) Kalimantan Selatan, Edy Sudarmadi, turut mengapresiasi pelaksanaan even yang disebutnya selalu mengalami peningkatan antusiasme.
“Setiap kali digelar, peserta semakin banyak. Ini bukti bahwa minat anak muda terhadap drag race di Kalsel sangat tinggi,” ungkapnya.
Namun, Edy juga menekankan pentingnya dukungan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, khususnya dalam pengadaan sirkuit permanen yang memadai, agar pembalap lokal dapat berlatih dan bertanding secara lebih profesional.
“Kami berharap, drag race ini bisa menjadi pemicu tumbuhnya ekosistem olahraga otomotif sekaligus mengangkat potensi ekonomi daerah, termasuk sektor kuliner khas Kalimantan,” tutup Edy. rel










