“Hati-hati Solat Kita Bisa Batal”
Banjarmasin, pojokindonesia.com
Da’i kondang Banjarmasin, Tuan Guru H Aspani Anshari Lc mengingatkan kaum muslimin, berhati-hati jika sedang solat, jangan sampai batal, baik karena ucapan maupun perbuatan.
Dia menyampaikan hal itu ketika memberikan materi Bab Pembatal Solat pada pengajian rutin Sabtu pagi (17/10/2026) di Langgar Ishlahul Mu’minin Kota Banjarmasin.
Menurut alumni Universitas al-Azhar ini, banyak hal atau perkara yang dapat menjadikan solat seseorang jadi batal. Di antaranya, katanya, adalah
• Berbicara dengan sengaja di luar bacaan shalat, meskipun hanya terdiri dari dua huruf (atau satu huruf yang dapat dipahami).
• Banyak bergerak<span;> di luar gerakan shalat, yaitu melakukan 3 kali gerakan berturut-turut tanpa jeda, atau 1 gerakan besar yang keras.
• Berubah niat (misalnya berniat membatalkan shalat di tengah jalan, atau merasa bimbang/ragu apakah mau meneruskan shalat atau tidak).
• Menangis, merintih, atau berdehem yang mengeluarkan dua huruf atau lebih tanpa sebab darurat.
Di luar itu, ujar Guru Aspani, sebenarnya masih banyak hal yang dapat membatalkan solat, namun ada juga beberapa hal yang dimaafkan, sehingga hal yang tadinya dikira membatalkan solat, ternyata tidak membatalkan solat, seperti karena tak sengaja bicara atau keceplosan, atau meludahkan dahak asalkan ditampung dengan sapu tangan atau tisu.
“Jadi sebaiknya mempelajari lebih dalam dan lebih serius, sehingga mengetahui hal-hal apa yang bisa membatalkan solat, agar solat tak sia-sia,” harap Tuan Guru H Aspani Anshari Lc (akrab disapa Guru Aspani) yang juga seorang tokoh agama dan penceramah Islam yang aktif menyampaikan kajian rutin di berbagai masjid dan langgar di Kota Banjarmasin ini.
Sebelumnya, Guru Aspan juga menyebutkan beberapa hal yang makruh dalam solat, seperti menahan keinginan BAB, BAK, dan kentut; solat dalam keadaan marah dan/atau mengantuk.
“Bagi laki-laki, makruh solat dengan kepala dan bahu terbuka serta memakai baju yang bergambar, atau baju yang kelewat panjang hingga menyentuh lantai, dan seterus,” pungkasnya. (mun)












