Tanah Laut, pojokindonesia.com – Operasi pencarian nelayan muda yang hilang di perairan Muara Kintap, Kabupaten Tanah Laut, berlangsung dramatis. Tim SAR harus berpacu dengan waktu, arus laut, dan keterbatasan komunikasi demi menemukan korban yang terjatuh dari kapal saat melaut.
Korban diketahui bernama Amat (19), warga Muara Asam-asam. Ia dilaporkan hilang setelah terjatuh dari kapal nelayan KM Putra pada Rabu (29/4) pagi.
Peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 05.30 WITA. Saat itu, korban berada di bagian buritan kapal. Diduga kehilangan keseimbangan, Amat terjatuh ke laut dan langsung tenggelam.
Rekan-rekan korban sempat berusaha memberikan pertolongan. Namun, derasnya arus dan kondisi laut membuat tubuh korban cepat menghilang dari permukaan.
Laporan kejadian diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan Banjarmasin pada pukul 13.30 WITA. Hanya berselang 20 menit, tim rescue dari Pos SAR Kotabaru langsung diberangkatkan menuju lokasi.
Perjalanan menuju titik kejadian bukan tanpa tantangan. Tim harus menempuh jarak sekitar 70 mil laut dengan waktu tempuh lebih dari dua jam menggunakan Rigid Inflatable Boat (RIB).
Operasi pencarian melibatkan berbagai unsur, mulai dari Pos SAR Kotabaru, Lanal Muara Kintap, Polairud Tanah Laut, Polsek Kintap, hingga nelayan setempat.
Dalam upaya pencarian, tim tidak hanya mengandalkan penyisiran manual. Sejumlah peralatan canggih turut digunakan, seperti Aqua Eye untuk mendeteksi objek di bawah air serta perlengkapan selam.
Keterbatasan jaringan komunikasi di lokasi juga menjadi tantangan tersendiri. Untuk mengatasinya, tim menggunakan perangkat satelit Starlink agar koordinasi tetap berjalan lancar.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banjarmasin, I Putu Sudayana, mengatakan fokus pencarian hari pertama adalah penyisiran permukaan berdasarkan perhitungan arus dan angin.
“Kami mengoptimalkan pencarian di sekitar lokasi kejadian dengan mempertimbangkan pergerakan arus laut. Saat ini status korban masih dalam pencarian,” ujarnya.
Di tengah operasi yang masih berlangsung, Basarnas kembali mengingatkan pentingnya keselamatan bagi para nelayan.
Penggunaan jaket pelampung atau alat keselamatan diri dinilai krusial, terutama saat beraktivitas di area berisiko seperti tepi kapal.
“Kami mengimbau seluruh masyarakat yang beraktivitas di laut agar selalu menggunakan alat keselamatan untuk mencegah kejadian serupa,” tegasnya.
Hingga saat ini, tim gabungan masih terus menyisir perairan Muara Kintap. Upaya pencarian dilakukan secara maksimal dengan harapan korban segera ditemukan.
Basarnas memastikan akan terus memberikan pembaruan terkait perkembangan operasi di lapangan.
ahim












