Berita

Korban Terakhir Kecelakaan Tabrakan Kapal di Perairan Kotabaru Ditemukan, Operasi SAR Resmi Ditutup

×

Korban Terakhir Kecelakaan Tabrakan Kapal di Perairan Kotabaru Ditemukan, Operasi SAR Resmi Ditutup

Share this article
Korban Terakhir Kecelakaan Tabrakan Kapal di Perairan Kotabaru Ditemukan, Operasi SAR Resmi Ditutup

Kotabaru, 20 Juni 2026 – Tim SAR Gabungan berhasil menemukan korban terakhir dalam operasi pencarian korban kecelakaan pelayaran akibat tabrakan antara kapal nelayan dan kapal penumpang di perairan Desa Labuan Mas, Kecamatan Pulau Laut Selatan, Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan, Sabtu (20/6).

Insiden tersebut pertama kali dilaporkan pada 17 Juni 2026 oleh Kanit Reskrim Polsek Pulau Laut Selatan, Aiptu Sutrisno. Berdasarkan informasi yang diterima, terjadi tabrakan antara kapal nelayan dan kapal penumpang yang mengakibatkan sejumlah penumpang menjadi korban.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim SAR Gabungan segera melaksanakan operasi pencarian dan pertolongan dengan melibatkan berbagai unsur, antara lain Rescue Pos SAR Kotabaru, Lanal Kotabaru, Polair Kotabaru, Polsek Sebuku, BPBD Kotabaru, serta nelayan setempat. Operasi pencarian didukung oleh sejumlah peralatan dan sarana, seperti Rigid Inflatable Boat (RIB), Rescue Car, peralatan komunikasi, peralatan water rescue, peralatan selam, perangkat Starlink, serta perlengkapan pendukung lainnya.

Selama pelaksanaan operasi, tim melakukan penyisiran di area pencarian melalui jalur laut dan pesisir pantai. Cuaca yang tidak menentu menjadi salah satu kendala yang dihadapi di lapangan, namun tidak mengurangi upaya maksimal seluruh unsur SAR dalam menemukan korban.

Pada Sabtu, 20 Juni 2026 pukul 17.08 WITA, korban terakhir atas nama Gilang (23), warga Perumnas Hilir Batu Selira, Desa Hilir Muara RT 08, Kecamatan Pulau Laut Sigam, Kabupaten Kotabaru, berhasil ditemukan dalam kondisi meninggal dunia terdampar di kawasan pesisir pantai. Selanjutnya, korban dievakuasi menuju Rumah Sakit Pangeran Jaya Sumitra untuk penanganan lebih lanjut.

SAR Mission Coordinator (SMC), I Putu Sudayana, menyampaikan bahwa dengan ditemukannya korban terakhir, seluruh korban dalam kecelakaan pelayaran tersebut telah berhasil terdata dan dievakuasi.

“Korban terakhir berhasil ditemukan oleh Tim SAR Gabungan pada hari ketiga operasi pencarian. Dengan ditemukannya seluruh korban, maka operasi SAR dinyatakan selesai dan diusulkan untuk ditutup. Kami menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga korban yang meninggal dunia dalam musibah ini,” ujar I Putu Sudayana.

Ia juga mengapresiasi kerja sama seluruh unsur SAR dan masyarakat yang telah membantu selama proses pencarian.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh unsur SAR gabungan, instansi terkait, serta masyarakat dan nelayan setempat yang telah bekerja sama dalam operasi ini. Kami juga mengimbau kepada seluruh pengguna jasa transportasi laut agar selalu mengutamakan keselamatan pelayaran, memperhatikan kondisi cuaca, serta memastikan kelengkapan alat keselamatan sebelum berlayar guna mencegah kejadian serupa terulang kembali,” tambahnya.

Berdasarkan data akhir operasi SAR, jumlah korban dalam kecelakaan tersebut sebanyak tujuh orang, dengan rincian lima orang selamat dan dua orang meninggal dunia. Tidak terdapat korban yang masih dinyatakan hilang.

Setelah pelaksanaan debriefing pada pukul 18.00 WITA, operasi SAR secara resmi ditutup dan seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke satuan masing-masing. Dengan demikian, operasi pencarian dan pertolongan terhadap korban kecelakaan pelayaran di perairan Desa Labuan Mas dinyatakan selesai.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *