KUALA KAPUAS, pojokindonesia.com — Pos Komando Penanganan Darurat Bencana Kekeringan dan Kebakaran Hutan dan Lahan Kabupaten Kapuas merilis laporan harian kegiatan penanganan bencana pada Minggu, 18 Oktober 2026. Sejak awal tahun hingga 18 Oktober 2026, tercatat sebanyak 44.020 titik panas (hotspot) terdeteksi di seluruh Kabupaten Kapuas, dengan Mantangai menjadi wilayah paling tinggi mencapai 26.929 titik, diikuti Timpah (4.522 titik), Kapuas Tengah (4.454 titik), dan Dadahup (2.014 titik). Peringatan dini kekeringan meteorologis untuk dasarian II Oktober menempatkan Kabupaten Kapuas dalam kategori “Awas.
Sampai dengan hari Minggu ini, tim gabungan melaksanakan pemadaman di belasan titik kebakaran:
– Desa Maju Bersama, Kecamatan Kapuas Barat — Lanjutan pemadaman dari hari sebelumnya, api dinyatakan padam berasap. Luas terbakar sekitar ±3 hektare. Pada hari ini tim kembali melakukan pemantauan dan penyiraman, luas terbakar ±10 hektare. Kendala: lahan gambut dan semak belukar.
– Desa Basarang Jaya Km.12, Kecamatan Basarang — Kebakaran seluas ±0,001 hektare berhasil dipadamkan. Kendala: api menyala di bawah tanah pada lahan gambut.
– Jalan Lintas Mandomai–Mantangai, Desa Sei Pitung, Kecamatan Kapuas Barat — Api seluas ±2 hektare berhasil dipadamkan. Kendala: sumber air minim.
– Jalan Lintas Kapuas–Mantangai, Desa Pulau Kaladan, Kecamatan Mantangai — Patroli dan pemadaman berlangsung sejak pagi, api padam berasap. Luas terbakar ±1 hektare. Kendala: kerusakan dan keterbatasan peralatan.
– Desa Bungai Jaya, Kecamatan Basarang — Api seluas ±1 hektare berhasil dipadamkan. Kendala: akses sulit, lahan gambut kering, sumber air minim.
– Desa Tumbang Mangkutup, Kecamatan Mantangai — Salah satu titik terluas dengan ±75 hektare terbakar, baru sekitar ±1,5 hektare berhasil dipadamkan. Lokasi sulit dijangkau, harus berjalan kaki ±2 km. Tim membuat sumur bor baru dan membagi diri menjadi dua regu. Api belum sepenuhnya padam, beberapa titik masih terlihat asap. Sebagian personel mengalami iritasi dan gangguan kesehatan akibat paparan kabut asap.
– Desa Naning, Kecamatan Basarang — Luas terbakar ±2 hektare, ±0,5 hektare berhasil dipadamkan. Api belum padam dan berpotensi meluas.
– Desa Anjir Kalampan, Kecamatan Kapuas Barat — Luas ±1 hektare, ±0,5 hektare dipadamkan. Api belum padam.
– Wilayah Timpah — Pemadaman berlangsung namun rincian belum lengkap.
– Desa Sri Mulya F2, Kecamatan Dadahup — Luas ±10 hektare. Kendala: tidak ada sumber air di lokasi dan banyak selang rusak. Api belum padam.
Selain pemadaman, Posko Induk juga menyalurkan air bersih gratis kepada warga terdampak kekeringan di Desa Sei Tatas dan Desa Bunga Mawar, Kecamatan Pulau Petak. Tim juga melaksanakan sosialisasi dan patroli pencegahan di Desa Bungai Jaya, Kecamatan Basarang, mengedukasi warga agar tidak membakar lahan.
Sementara itu, berdasarkan data kepolisian per 14 Oktober 2026, sebanyak 8 kasus Karhutla telah dilaporkan ke pihak berwajib, dengan 4 pelaku telah teridentifikasi. Penyebab utamanya sebagian besar adalah aktivitas pembukaan lahan dengan cara dibakar.
Kepala BPBD Kabupaten Kapuas sekaligus Komandan Pelaksana Harian Posko Darurat, Pangeran S. Pandiangan, S.Hut., MM., mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan sekecil apa pun. “Kondisi cuaca yang masih kering mempermudah api meluas dengan cepat. Mari kita jaga lingkungan, gunakan air bersih seperlunya, dan gunakan masker saat beraktivitas di luar rumah,” pesannya. Masyarakat juga diminta segera melaporkan jika melihat titik api, sekaligus menginformasikan sumber air terdekat agar tim dapat menindaklanjuti dengan lebih cepat. uhkps












