Banjarmasin, pojokindonesia.comLantaran terus merugi selama beberapa tahun terakhir ini, Hotel Batung Batulis ditutup.
“Baik Hotel Batung Batulis di Banjarmasin maupun yang di Banjarbaru kita tutup, lantaran selalu merugi,” kata Dirut PT Bangun Banua, H Afrizal kepada pojokindonesia.com dan sejumlah wartawan lainnya di sela-sela dia menghadiri Rapat Paripurna DPRD Kalsel, Selasa (5/5/2026) di Banjarmasin.
Menurut Afrizal, pihaknya dari PT Bangun Banua selaku BUMD milik Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan tak bisa membiarkan BUMD tersebut terus merugi hampir Rp2 miliar setiap tahunnya.
Dia rincikan, biaya operasional ada sekitar Rp800 juta per tahun dan pengeluaran untuk gaji pegawai Rp1,2 miliar.
“Jadi dengan menghentikan operasional kedua hotel tersebut, kami bisa menghemat hingga Rp2 miliar per tahun, sehingga tidak lagi menjadi beban,” katanya.
Setelah penutupan tersebut, Afrizal katakan, pihaknya akan mengalihfungsikan Hotel Batung Batulis Banjarmasin menjadi kantor PT Bangun Banua.
“Terus terang, kami belum punya kantor sendiri. Saat ini masih berkantor di salah satu ruangan kantor milik Pemprov Kalsel” ujarnya.
Bagaimana dengan Hotel Batung Batulis di Banjarbaru? Rizaldi katakan, pihaknya saat ini masih melakukan pendataan guna mengetahui nilai ekonomis secara menyeluruh sebelum menentukan langkah selanjutnya.
“Kami dari Manajemen PT Bangun Banua membuka peluang kerja sama dengan pihak ketiga dalam pengelolaan aset ke depannya. Jika pilihannya pada kontrak, maka ke depan harus memiliki aturan main yang jelas. Kalau dipihakketigakan mesti transparans dan profesional,” jelasnya.
Dia tambahkan, setelah penutupan hotel tersebut, khususnya Hotel Batung Batulis Banjarmasin, PT Bangun Banua masih tetap memperoleh pemasukan dari pemanfaatan sebagian aset, seperti dari hasil sewa lahan rumah makan dan papan reklame dengan total sekitar Rp300 juta per tahun. “Persisnya sekitar Rp200 juta berasal dari hasil sewa lahan rumah makan dan Rp100 juta dari pemasangan papan reklame,” sebutnya.
- Salah satu efek dari penutupan hotel yang sebelumnya pernah berjaya di era 1980-1990-an itu, terpaksa merumahkan 33 orang karyawannya. (kha)












