Banjarmasin,pojokindonesia.com – Nuansa budaya dan spiritual turut mewarnai kegiatan Bedah Buku “Ngaji Sugih” yang digelar di Wisma Hijau Intira, Banjarmasin. Dalam kegiatan tersebut, MUPANTARA (Musik Panting Nusantara) hadir memberikan penampilan musik panting yang memadukan kekayaan musik tradisional Kalimantan Selatan dengan pesan-pesan yang sarat makna.
MUPANTARA merupakan kelompok musik yang mengangkat musik panting sebagai bagian dari kekayaan budaya Nusantara, sekaligus menghadirkannya dalam ruang pembelajaran, silaturahmi, dan kegiatan yang memiliki nilai spiritual.
Pada kesempatan tersebut, penampilan MUPANTARA menjadi salah satu bagian yang memberikan warna tersendiri dalam rangkaian acara. Alunan panting dan vokal berpadu menciptakan suasana yang hangat, sekaligus membawa peserta untuk menikmati musik tradisional dalam nuansa yang lebih reflektif dan bermakna.
MUPANTARA didukung oleh sejumlah personel, dengan Dr. Suyanto, sebagai pendiri, serta Diya Nurul Fatimah dan Fitri sebagai vokal. Pertunjukan juga diperkuat oleh Azhar dan Abdillah pada panting, Ghina pada keyboard, Pridu pada tamborin, Yusuf pada gong, Fadhilah pada bass serta Ghonie pada babun.
Kehadiran MUPANTARA dalam kegiatan Bedah Buku Ngaji Sugih menjadi bentuk nyata bahwa budaya lokal dapat berjalan beriringan dengan kegiatan edukasi dan pengembangan diri. Musik tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga dapat menjadi media untuk menyampaikan pesan, membangun suasana, dan mempererat hubungan antarpeserta.
Melalui semangat “Ilmu Berkah, Rezeki Bertambah”, penampilan MUPANTARA turut memperkuat pesan kegiatan bahwa keberkahan kehidupan dapat dibangun melalui ilmu, silaturahmi, karya, dan upaya untuk terus memberikan manfaat bagi sesama.
Kehadiran MUPANTARA diharapkan dapat terus menjadi bagian dari upaya memperkenalkan dan mengembangkan musik panting kepada masyarakat luas, khususnya generasi muda, sehingga warisan budaya Kalimantan Selatan tetap hidup dan relevan di tengah perkembangan zaman.
Editor:Indra












