BeritaDaerahNasionalPolitik

Pangeran Mendorong Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan Agar Masuk Dalam Perencanaan RPJMD

×

Pangeran Mendorong Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan Agar Masuk Dalam Perencanaan RPJMD

Share this article
Pangeran Mendorong Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan Agar Masuk Dalam Perencanaan RPJMD

Pojokindonesia.com – Pangeran Khairul Saleh yang merupakan Sultan dari Kesultanan Banjar menyerukan agar menjadikan hikmah bersama peristiwa Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang berulang di Kalimantan Selatan.

Pangeran menyerukan agar peristiwa tersebut bukan sebagai ajang saling menyalahkan, kecuali bila memang ditemukan bukti kelalaian setelah sosialisasi dan imbauan sudah dilaksanakan secara nyata baik oleh pemerintah maupun kepada dunia usaha serta masyarakat.

Pangeran menegaskan, musibah karhutla yang terjadi dari tahun ke tahun di Bumi Kalimantan sesungguhnya sudah menjadi guru yang paling jujur bagi semua pihak. Falsafah leluhur Banjar mengajarkan “waja sampai kaputing”, yakni tekad yang harus dijaga sampai tuntas, bukan hanya semangat sesaat ketika asap sudah mengepung kampung halaman.

Pelajaran dari kebakaran-kebakaran sebelumnya, seharusnya menurut Pangeran,sudah cukup untuk membangun kesadaran kolektif sehingga karhutla tahun ini dan mendatang seharusnya tidak lagi menimbulkan korban yang dirugikan. Sultan mengingatkan pepatah Banjar “jangan bacakut papadaan”, yang berarti sesama saudara sebangsa dan setanah air tidak semestinya saling menerkam ketika bencana datang

Pangeran berpesan, keadilan dalam menangani karhutla harus ditegakkan berdasarkan penelusuran yang utuh, mulai dari pelaku di lapangan hingga pihak yang memberi perintah dan menikmati keuntungan ekonomi di baliknya, bukan berhenti pada masyarakat kecil yang sering menjadi sasaran tuduhan paling mudah.

Meski demikian, Sultan Banjar menegaskan semangat kearifan lokal untuk tidak “bacakut papadaan” bukan berarti menutup mata terhadap kesalahan nyata. Falsafah “gawi sabumi” atau kerja bersama untuk kampung halaman menuntut setiap pihak, baik pemerintah, korporasi, maupun warga, menjalankan perannya dengan penuh tanggung jawab. Bila sosialisasi, edukasi, dan imbauan pencegahan karhutla sudah dilakukan secara memadai namun tetap terjadi pelanggaran yang terbukti secara fakta dan data maka pihak yang lalai tersebut wajib diminta pertanggungjawaban tanpa pandang bulu.

Pangeran Khairul Saleh yang merupakan Anggota DPRRI Asal Daerah Pemilihan Provinsi Kalimantan Selatan ini,mendorong agar penanganan Kebakaran hutan dan lahan dapatasuk dalam perencanaan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kalimantan Selatan.

Menurut Legislator dari Fraksi Partai Amanat Nasional ini,gagasan menjadikan pengelolaan air hujan sebagai sumber daya, bukan sekedar ancaman banjir, mencerminkan kebijaksanaan hidup masyarakat Banjar yang sejak dahulu bergantung pada sungai dan lahan basah. Ketika air ditampung sejak musim penghujan untuk digunakan menjaga kelembapan gambut di musim kemarau, maka sebagian besar potensi karhutla dapat dicegah sebelum menjadi bencana besar.

Pengeran mengajak seluruh elemen Banua, pemerintah, pengusaha, akademisi, aktivis, hingga masyarakat adat, untuk merajut kembali semangat gotong royong dalam menjaga hutan dan lahan Kalimantan.

Pesan “fastabiqul khairat”, berlomba-lomba dalam kebaikan, yang turut digaungkan orang Banua, dipandang sejalan dengan nilai luhur masyarakat Banjar yang menempatkan musyawarah dan kebersamaan di atas kepentingan sepihak.(***)

 

Editor : Indra

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *