PENAJAM, pojokindonesia.com – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mulai menggeser fokus kebijakan pertanian dengan memberi dukungan langsung kepada petani kecil sebagai garda terdepan ketahanan pangan daerah.
“Salah satu langkah konkret yang kini berjalan ialah penyaluran pupuk nonsubsidi bagi petani kurang mampu di tiga kecamatan,” ujar Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian PPU, Gunawan, Selasa (25/11/2025).
Ia mengatakan, bantuan ini bukan sekadar pemenuhan kebutuhan musiman, tetapi bagian dari strategi menstabilkan produksi pangan di tingkat hulu.
“Program ini menjadi upaya kita untuk menjaga stabilitas produksi tanaman pangan di tiga kecamatan sekaligus melindungi petani kecil dari tekanan harga pupuk nonsubsidi,” kata dia.
Tercatat ada 41 petani dari Kecamatan Babulu, Penajam, dan Waru yang masuk dalam daftar penerima bantuan pupuk sejak 18 November 2025. Total 8,2 ton pupuk digelontorkan untuk menopang kebutuhan menjelang musim tanam.
Setiap petani menerima 200 kilogram pupuk, terdiri dari 50 kilogram urea dan 150 kilogram NPK. Gunawan menilai komposisi tersebut cukup untuk menjaga ritme produksi, terutama bagi petani yang sebelumnya kesulitan mendapatkan pupuk secara mandiri akibat harga yang terus merangkak naik.
“Bantuan ini tidak hanya merespons mahalnya pupuk nonsubsidi, tapi menjadi stimulus agar petani tetap berproduksi optimal,” terangnya.
Ia mengingatkan agar pupuk digunakan sesuai kebutuhan dan tidak dialihkan untuk tujuan lain. Optimalisasi penggunaan pupuk menjadi faktor penting untuk meningkatkan hasil panen dan memperkuat rantai pasok pangan daerah.
“Kami berharap bantuan ini berdampak langsung pada produktivitas. Ketahanan pangan daerah dimulai dari petani kecil yang harus kita jaga,” tegasnya.
Dengan langkah ini, Pemkab PPU berkomitmen mendorong pertanian bukan hanya sebagai sektor produksi, tetapi pilar penyangga kesejahteraan masyarakat dan stabilitas pangan jangka panjang. (RAH/ADV)











