Jakarta,pojokindonesia.com – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dalam hal ini di wakili oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan ,menghadiri Peluncuran Program Akselerasi Peningkatan Akses dan Mutu Pendidikan Tenaga Medis guna meningkatkan akses dan kualitas pendidikan tinggi untuk tenaga medis dan tenaga kesehatan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) di Auditorium Lt. 2, Gedung D Kemendiktisaintek Jl. Pintu 1 Senayan, Jakarta,Selasa (22/7/2025).
Program ini dalam rangka percepatan perwujudan AstaCita Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka melalui strategi kemitraan sistem kesehatan akademik.
Dukungan program ini Kemdiktisaintek diketahui telah bermitra dengan Asosiasi Institusi Pendidikan Kedokteran Indonesia (AIPKI) yang mengoordinasikan 57 Fakuktas Kedokteran (FK) untuk pembukaan 148 prodi baru dokter spesialis dan subspesialis, serta dengan lebih dari 350 rumah sakit di tahun 2025-2026.
Dengan akselerasi ini diharapkan terdapat peningkatan jumlah kuota mahasiswa menjadi lebih dari 8.000 mahasiswa pada tahun 2026 (peningkatan dua kali lipat), sehingga terdapat peningkatan lulusan menjadi lebih dari 6.000/tahun pada tahun 2030.
Di samping itu, kebijakan kuota mahasiswa baru FK di Indonesia saat ini berjumlah kurang lebih 18.000 mahasiswa per tahun. Dengan peningkatan pesat jumlah FK menjadi 144 fakultas pada 2025, ditambah estimasi peningkatan jumlah lulusan Uji Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Dokter (UKMPPD) setiap tahun dan sekitar 26 FK baru, jumlah lulusan saat ini dapat ditingkatkan menjadi sekitar 15.000 dokter per tahun pada tahun 2030.
Pada tahun 2025–2030, diproyeksikan dapat dihasilkan lebih dari 48.000 dokter untuk mengatasi kesenjangan kekurangan dokter berdasarkan data Kementerian Kesehatan (Kemenkes).
Sementara itu pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Asisten Perekonomian dan Pembangunan Dr. Ir. Ariadi Noor, M.Si,mengaskan sangat mendukung dan akan mensukseskan program tersebut di Provinsi Kalsel.
Diakuinya selama ini pemenuhan tenaga dokter dan medis di Kalsel telah menjadi prioritas pemerintah Provinsi Kalsel di bawah kepemimpinan Muhidin – Hasnuryadi.
“Bagaimana Pemenuhan tenaga dokter dan medis di Kalsel,sehingga pelayanan kita dapat maksimal dan prima untuk masyarakat”kata Ariadi,usai peluncuran.
Sementara untuk tenaga dokter dan medis wilayah Kalsel sudah hampir terpenuhi terkecuali untuk di Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) yang masih ada belum memiliki tenaga dokter,terutama sekali Puskesmas baru dari pemekaran puskesmas.
Tenaga medis yang memang sangat kurang dan memerlukan perhatian di Kalimantan Selatan adalah dokter spesialis yang masih sangat sedikit,Pungkas Ariadi.(Indra)












