Kapuas, pojokindonesia.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika menyampaikan peringatan dini bagi seluruh wilayah Nusantara terkait potensi cuaca ekstrem serta persiapan menghadapi musim kemarau tahun 2026.sebutan fenomena Kemarau Ekstrem 2026, yang diperparah dengan pengaruh El Nino berkekuatan lemah hingga sedang, serta potensi cuaca ekstrem lain sepanjang periode tersebut.
Dilansir dari informasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB),Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kapuas Pangeran S Pandiangan S.Hut.,MM meneruskan kepada warga Kapuas karena diwilayah Kapuas belum lama ini telah terjadi hujan deras disertai Petir dan angin kencang. Informasi disampaikan Minggu,03/05/2026.
Menurutnya Secara umum, musim kemarau tahun ini diprediksi datang lebih awal, berlangsung lebih lama, serta kondisi yang lebih kering dibandingkan rata-rata kondisi normal. Sebanyak 64,5% wilayah Indonesia diprakirakan memiliki curah hujan di bawah kondisi biasanya, dengan puncak musim kemarau terjadi pada bulan Agustus yang meliputi 61,4% wilayah tanah air. Meskipun demikian, masyarakat tetap diimbau waspada terhadap cuaca ekstrem yang masih berpeluang terjadi seperti hujan lebat sesaat, angin kencang dan petir meski sudah memasuki periode kemarau,”ujar Pangeran.

Wilayah yang perlu perhatian khusus: Kalimantan: Meliputi wilayah Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat dan Kalimantan Timur berpotensi mengalami kekeringan hingga risiko kebakaran hutan dan lahan yang meningkat, terutama mulai bulan Juni hingga Agustus.
Sumatera: Bagian tengah, selatan dan pesisir timur berisiko kekeringan serta kebakaran lahan.
Jawa, Bali dan Nusa Tenggara: Kondisi kemarau relatif lebih kering berpotensi menimbulkan gangguan ketersediaan air bersih serta dampak pada sektor pertanian.
Wilayah pesisir dan laut: Berpotensi terjadi angin kencang serta gelombang laut mencapai 2,5–4 meter.
Langkah antisipasi:
– Menyimpan persediaan air bersih secara cukup
– Melarang aktivitas pembakaran lahan yang berpotensi meluas
– Memantau informasi cuaca resmi secara berkala
– Memperkuat bangunan dan infrastruktur agar aman dari angin kencang
– Mempersiapkan langkah penanganan awal jika terjadi kebakaran hutan dan lahan
Perubahan pola cuaca terjadi secara bertahap:
✅ Masa peralihan: Berlangsung Maret hingga Mei 2026, masih berpeluang muncul hujan lebat sesaat, angin kencang dan petir meski curah hujan mulai berkurang
✅ Awal musim kemarau: Masuk mulai April hingga Juni 2026, datang lebih awal dari biasanya. Sekitar 16% wilayah mulai kemarau di April, 26% di Mei, dan 23% di Juni
✅ Puncak musim kemarau: Terjadi Juli hingga September 2026, dengan titik terparah di Agustus yang meliputi 61,4% wilayah Indonesia, kondisi paling kering dan suhu udara cenderung tinggi
✅ Berakhirnya musim kemarau: Secara bertahap mulai Oktober hingga November 2026.
Kepala BPBD Kapuas berharap informasi ini semoga bermanfaat, terutama untuk warga yang beraktifitas diluar ruangan, melaut dan dijalan agar berhati hati jika kemungkinan turun hujan maka segera berlindung ke tempat yang dirasa aman atau menghentikan aktifitas dulu. “Tutup Pangeran.uhkps












