Banjarmasin,pojokindonesia.com – Setelah sebelumnya melakukan audiensi dengan Direktur GTK yang diterima oleh Kasubdit Madrasah, Senin (1/4),Ketua Umum Perkumpulan Gurucendekia Cinta Anak Negeri (PGCN), Dr. Pangeran Gusti Surian, S.Ag., M.Pd.I., bersama jajaran pengurus pusat, wilayah, dan daerah, kembali melanjutkan agenda silaturahmi strategis dengan audiensi ke Kanwil Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Selatan.
Pertemuan ini turut dihadiri pengurus Wilayah PGCN Kalimantan Selatan, pengurus Daerah PGCN Kota Banjarmasin, serta pengurus Wilayah dan Daerah Perkumpulan Guru Madrasah (PGM) Indonesia Kota Banjarmasin. Audiensi diterima langsung oleh Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Kalsel, Bukhari Muslim, S.Pd., M.Pd., beserta jajaran tim kerja, termasuk Pokja Kurikulum dan Kesiswaan, Sarana Prasarana, serta Tendik, di ruang pertemuan Kanwil Kemenag Provinsi Kalimantan Selatan.
Dalam sambutannya, Bukhari Muslim menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap keberadaan PGM Indonesia dan PGCN. Menurutnya, organisasi profesi ini memiliki peran strategis dalam meningkatkan kompetensi dan kesejahteraan guru madrasah. “PGCN dan PGM membawa semangat baru dalam peningkatan mutu pendidikan, khususnya di lingkungan madrasah. Kami mendukung penuh program dan langkah nyata yang telah dilakukan,” ujarnya.
Kabid juga menegaskan pentingnya percepatan proses sertifikasi guru melalui Program Pendidikan Profesi Guru (PPG). “Kami berharap guru-guru yang belum tersertifikasi dapat segera difasilitasi melalui penambahan kuota PPG. Ini membutuhkan penguatan koordinasi dengan para pemangku kebijakan hingga ke tingkat pusat,” jelasnya.
Dukungan serupa sebelumnya juga datang dari Prof. Dr. Nasarudin Umar, Menteri agama RI yang turut mendorong kolaborasi untuk peningkatan kesejahteraan guru. Seperti yang disampaikan Wakil Menteri Agama RI pada Milad PGM Indonesia ke-17 di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), terdapat sekitar 629.000 guru madrasah di Indonesia yang belum tersertifikasi. Pemerintah menargetkan proses sertifikasi ini rampung pada 2027, sebagaimana amanat Undang-Undang Guru. “Jika ada guru PGM yang belum tersertifikasi, itu menjadi tanggung jawab PGM untuk memperjuangkannya,” tegasnya.
Selain isu sertifikasi, Kabid juga memaparkan perkembangan pendidikan madrasah di Kalimantan Selatan. “Saat ini terdapat 21 madrasah swasta baru yang telah memperoleh izin operasional, menambah jumlah 274 madrasah negeri yang sudah ada. Ini menunjukkan komitmen pemerintah memperluas akses pendidikan madrasah yang berkualitas,” ujarnya.
Dr. Pangeran Gusti Surian, selaku Ketua Umum PGCN sekaligus Ketua Wilayah PGM Indonesia Kalimantan Selatan, menegaskan bahwa PGCN dan PGM akan terus memperjuangkan peningkatan kompetensi serta kesejahteraan guru di Kalsel. “Kami akan terus berjuang agar guru madrasah memiliki kompetensi unggul, sejahtera, dan mampu melahirkan generasi emas bangsa,” ucapnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa dalam waktu dekat PGCN akan menggelar Pelatihan Kurikulum Cinta, yang telah diluncurkan Kementerian Agama RI. “Kurikulum ini sejalan dengan visi kami: mendidik dengan hati dan mengajar dengan cinta. Guru harus menjadi teladan yang menebarkan cinta kepada anak didiknya agar mereka tumbuh menjadi generasi yang mencintai diri, keluarga, lingkungan, sesama, dan Tuhannya,” jelasnya.
PGCN, lanjut PGS, kini telah hadir di berbagai wilayah Indonesia dan akan terus memperluas kiprahnya dan sekarang sudah berada di Kalimantan Selatan. “Kami akan terus berkarya dan berinovasi demi pendidikan bangsa. Ini adalah komitmen kami untuk mendukung terwujudnya Generasi Emas Indonesia 2045,” pungkasnya.
Pertemuan ini menegaskan komitmen bersama antara Kanwil Kemenag Kalsel, PGM Indonesia, dan PGCN untuk terus bersinergi memperkuat kualitas pendidikan madrasah melalui peningkatan kompetensi, percepatan sertifikasi, dan pengembangan kesejahteraan guru.(*Indra)












