Jakarta,pojokindonesia.com – Perkumpulan Guru Cendikia Cinta Anak Negeri (PGCN), yang diketuai oleh Dr. Pangeran Gusti Surian, M.Pd.I, melakukan audiensi strategis dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) diwakili oleh Bapak Vicky Akbar, Analis Kebijakan Ahli Madya dari Deputi Kesetaraan Gender,Kamis (24/7/2015).
Audiensi yang digelar di kantor Kemen PPPA ini turut dihadiri oleh jajaran pengurus PGCN pusat serta perwakilan wilayah dari Bali dan Riau. Pertemuan ini menjadi langkah awal sinergi antara program-program Kemen PPPA dan PGCN dalam membangun pendidikan yang berbasis kasih, aman untuk anak, serta inklusif terhadap semua gender.
Salah satu bentuk kolaborasi yang mengemuka dalam pertemuan ini adalah Program “Ruang Bersama Indonesia”, sebuah inisiatif nasional yang diusung oleh Kemen PPPA. Program ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang aman, ramah anak, dan adil gender di berbagai sektor, termasuk sektor pendidikan.
Program “Ruang Bersama Indonesia” dijalankan melalui tiga deputi utama Kemen PPPA:
Deputi Pemenuhan Hak Anak, yang berfokus pada pemenuhan hak-hak dasar anak di lingkungan sekolah dan komunitas.
Deputi Perlindungan Anak, yang menitikberatkan pada pencegahan kekerasan dan sistem perlindungan anak secara terpadu.
Deputi Kesetaraan Gender, dengan misi menumbuhkan kesadaran dan penerapan nilai-nilai kesetaraan gender sejak usia dini.
Dalam sambutannya, Dr. Pangeran Gusti Surian menyampaikan apresiasi atas inisiatif Kemen PPPA dan menyatakan kesiapan PGCN untuk terlibat aktif sebagai mitra strategis.
“Pendidikan tidak hanya tentang prestasi akademik, tapi juga tentang kasih sayang, perlindungan, dan keadilan. Guru harus menjadi garda terdepan dalam menanamkan nilai-nilai ini di sekolah dan masyarakat,” ujar PGS.
PGCN dan Kemen PPPA sepakat untuk menindaklanjuti pertemuan ini melalui rencana kerja bersama, termasuk pelatihan guru, kampanye kesadaran publik, serta advokasi kebijakan berbasis data dan kebutuhan lapangan.
Audiensi ini menandai komitmen bersama dalam menciptakan Indonesia yang lebih ramah bagi anak dan lebih adil bagi semua gender, dimulai dari ruang kelas. (*Indra)












